Gelombang penghapusan aplikasi (uninstall) ChatGPT dilaporkan meningkat tajam di Amerika Serikat menyusul reaksi publik terhadap kesepakatan OpenAI dengan Departemen Pertahanan AS, yang di bawah pemerintahan Trump kini disebut berganti nama menjadi Departemen Perang.
Data Sensor Tower mencatat, angka uninstall ChatGPT di AS melonjak hingga 295 persen pada Sabtu (28/2/2026). Pada saat yang sama, metrik lain juga menunjukkan pelemahan: unduhan baru ChatGPT di AS turun 13 persen pada Sabtu dan kembali menurun 5 persen pada hari berikutnya.
Di tengah sentimen negatif terhadap ChatGPT, aplikasi pesaing Claude milik Anthropic justru mengalami kenaikan unduhan. Claude tercatat naik 37 persen pada Jumat dan 51 persen pada Sabtu. Appfigures menyebut, untuk pertama kalinya total unduhan harian Claude melampaui ChatGPT di AS.
Kenaikan minat terhadap Claude terjadi setelah Anthropic menyatakan menolak bermitra dengan departemen pertahanan. Perusahaan yang dipimpin Dario Amodei itu menyampaikan kekhawatiran bahwa teknologi AI berisiko disalahgunakan untuk memata-matai warga sipil serta dipakai dalam pengembangan senjata otonom yang dinilai belum terjamin keamanannya.
Menurut data yang disebutkan, sikap tersebut tampak mendapat respons positif dari konsumen. Claude memuncaki peringkat pertama aplikasi gratis di App Store AS sejak Sabtu hingga Senin (2/3/2026). Selain di AS, Claude disebut memimpin pasar di enam negara lain, termasuk Jerman, Kanada, dan Swiss.
Reaksi pengguna terhadap ChatGPT juga terlihat di kolom ulasan. Sensor Tower mencatat ulasan bintang satu untuk ChatGPT melonjak 775 persen pada Sabtu. Sebaliknya, ulasan bintang lima turun 50 persen pada periode yang sama.