BERITA TERKINI
Unika Atma Jaya Perkuat Ekosistem Riset dan Inovasi Usai Masuk Top 500 WURI 2026

Unika Atma Jaya Perkuat Ekosistem Riset dan Inovasi Usai Masuk Top 500 WURI 2026

Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang berakar pada nilai keberpihakan kepada masyarakat. Penguatan itu dilakukan setelah universitas tersebut meraih pengakuan internasional dalam World University Rankings for Innovation (WURI) 2026 dengan capaian masuk top global 500.

Wakil Rektor Bidang Inovasi, Penelitian, Kerja Sama, dan Alumni Unika Atma Jaya, Yanti, mengatakan pengakuan tersebut menjadi dorongan bagi kampus untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan, kolaboratif, dan berdampak. Ia menegaskan penelitian di lingkungan Unika Atma Jaya tidak berhenti pada jurnal dan publikasi, melainkan harus menghasilkan dampak sosial serta melahirkan inovasi berkelanjutan.

Pengumuman WURI 2026 disampaikan di National Chi Nan University (NCNU), Taiwan, pada 7 Mei 2026. Selain masuk top 500 dunia, Unika Atma Jaya juga tercatat masuk top 100 dunia pada dua kategori, yakni Representative Research Project (C1) dan Financial Impact-Driven Technology Transfer (C8).

WURI merupakan pemeringkatan global yang menyoroti peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata serta kebermanfaatan bagi masyarakat dan industri. Penilaiannya mencakup bidang pendidikan, penelitian, teknologi, kewirausahaan, dan keterlibatan sosial, dengan fokus pada inovasi yang dinilai mampu menjawab tantangan global.

Menurut Yanti, capaian tersebut menjadi pengakuan atas inovasi perguruan tinggi Indonesia yang dinilai dapat menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global.

Pada kategori C1, yang berfokus pada penelitian jangka panjang khas institusi dengan penilaian mencakup proses pengembangan, potensi transformasi, serta dampaknya terhadap pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan sosial, Unika Atma Jaya mengangkat riset pengembangan tempe campuran dari biji bunga matahari, kedelai, biji labu, dan kacang azuki. Penelitian ini ditujukan untuk peningkatan fungsi kognitif pada lansia.

Inovasi tersebut dikembangkan guna menghasilkan produk tempe dan probiotik yang lebih praktis dan fleksibel digunakan untuk mendukung kesehatan kognitif lansia, tanpa mengurangi manfaat nutrisinya.

Sementara itu, pada kategori C8 yang menekankan komersialisasi hasil riset secara etis dan bertanggung jawab sejalan dengan prinsip environmental, social, and governance (ESG), Unika Atma Jaya menampilkan inovasi produk biopreservatif dan bahan tambahan pakan berbasis bakteriofag. Inovasi ini ditujukan untuk mengendalikan patogen pada industri pangan dan akuakultur skala besar.

Riset tersebut disebut mencerminkan hilirisasi teknologi yang tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga menekankan dampak sosial melalui penyediaan solusi pangan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Berbagai inovasi itu telah menghasilkan publikasi ilmiah internasional dan paten. Penelitian yang dikembangkan mencakup manfaat tempe dan probiotik bagi fungsi kognitif lansia, serta pengendalian patogen pangan dan akuakultur berbasis antibiofilm dan bakteriofag. Salah satu luaran yang disebutkan adalah Paten Sederhana Indonesia untuk tempe multibiji berbasis kedelai, biji bunga matahari, biji labu, dan kacang azuki.

Yanti berharap pengakuan internasional ini dapat mendorong lebih banyak kolaborasi lintas sektor, baik dengan industri, pemerintah, maupun mitra global, agar riset yang dikembangkan dapat hadir sebagai solusi nyata di tengah masyarakat.