Universitas Hasanuddin (Unhas) merancang pembentukan BRIN Unhas Innovation Center (BRIONIC) sebagai upaya mempercepat hilirisasi hasil inovasi dan riset yang dihasilkan mahasiswa maupun dosen.
Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa menyatakan pusat inovasi tersebut diharapkan dapat mengintegrasikan riset, inovasi, industri, dan kewirausahaan berbasis teknologi dalam satu ekosistem. Menurutnya, integrasi itu ditujukan untuk mendukung lahirnya solusi inovatif dalam menjawab tantangan pembangunan Indonesia, terutama di kawasan timur.
Ia menjelaskan, Unhas saat ini telah menghasilkan hampir 100 prototipe inovasi. Namun, prototipe tersebut memerlukan dukungan ekosistem riset dan industri agar dapat dikembangkan lebih lanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap BRIONIC dapat menjadi katalisator kolaborasi riset dan inovasi di Indonesia Timur, mempertemukan kekuatan akademik, riset, industri, dan pemerintah dalam menghasilkan solusi yang berdampak bagi masyarakat,” kata Jamaluddin.
Selain itu, Jamaluddin menyampaikan kemitraan Unhas bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berkembang secara produktif sejak 2021. Kolaborasi yang terjalin mencakup sejumlah bidang strategis, antara lain arkeologi, biodiversitas, kemaritiman, kesehatan, serta pengembangan material dan biomassa yang mendukung agenda ekonomi hijau dan bioekonomi nasional.
Dalam jangka panjang, Unhas menargetkan dapat menjadi simpul atau hub riset BRIN untuk kawasan Indonesia Timur. Melalui peran tersebut, Unhas diharapkan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan hilirisasi teknologi yang berkontribusi terhadap pembangunan nasional.