Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan NEOSENTIA, aplikasi pendamping ibu hamil berbasis artificial intelligence (AI) yang terhubung dengan tenaga kesehatan. Sistem ini dikembangkan dengan memanfaatkan data ilmiah untuk membantu mendeteksi risiko maternal secara real-time.
Ketua tim pengembang dari Program Studi Kedokteran UMM, Vera Miftakul Rahma Kamal, menjelaskan NEOSENTIA dirancang sebagai sistem non-invasif untuk pemantauan mandiri kehamilan secara proaktif. Menurutnya, platform ini mengintegrasikan data dari perangkat wearable, laporan gejala pengguna, serta rekam medis elektronik untuk analisis risiko yang berlangsung berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (24/2/2026).
Dengan integrasi data tersebut, potensi komplikasi kehamilan diharapkan dapat terdeteksi lebih dini sehingga memungkinkan intervensi yang tepat waktu oleh tenaga kesehatan. NEOSENTIA juga dilengkapi desain multibahasa untuk memperluas akses pengguna dari berbagai wilayah dan latar belakang.
Selain aplikasi bagi pengguna, sistem berbasis website disiapkan agar tenaga medis dapat memantau kondisi pasien secara terintegrasi dan real-time. Inovasi ini dinilai relevan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, terutama melalui pendekatan teknologi preventif dalam menekan risiko komplikasi kehamilan.
Rahma menuturkan bahwa keterlibatan dalam forum internasional turut memberi pengalaman mengenai makna kompetisi. “Kami belajar bahwa kompetisi bukan sekadar soal gengsi atau kemenangan, tetapi tentang keberanian keluar dari zona nyaman, bertukar perspektif dengan mahasiswa dunia, dan terus berkembang,” katanya.
Dosen pembimbing, Desy Andari, menilai capaian tim menunjukkan kesiapan mahasiswa UMM untuk bersaing di tingkat global sekaligus mencerminkan ekosistem akademik yang mendukung inovasi berdampak. Ia berharap NEOSENTIA dapat terus dikembangkan hingga implementasi nyata di layanan kesehatan serta dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional.
Karya NEOSENTIA meraih medali perak kategori kesehatan pada ajang 2nd International Student Competition (ISC) 2026 yang digelar di Universiti Putra Malaysia (UPM), Kuala Lumpur, Malaysia. Kompetisi yang diselenggarakan Centre for Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) UPM pada 14–15 Februari 2026 itu menjadi wadah kolaborasi riset dan inovasi kewirausahaan mahasiswa dari berbagai negara.
Dalam kompetisi tersebut, sebanyak 100 tim finalis dari delapan negara—Indonesia, Malaysia, Kazakhstan, Nigeria, Suriah, Brunei Darussalam, Somalia, dan Thailand—berhasil mencapai babak akhir. Rahma menjelaskan proses seleksi dilakukan ketat, dimulai dari seleksi abstrak, dilanjutkan pengiriman paper lengkap, hingga presentasi final secara langsung di hadapan dewan juri.
Tim UMM terdiri dari empat mahasiswa lintas disiplin, yakni Vera Miftakul Rahma Kamali (Kedokteran), Wildan Hidayatullah (Farmasi), Hawa Restu Dwinanta (Pendidikan Bahasa Inggris), serta Khoirul Umar (Ilmu Komunikasi). Kolaborasi multidisipliner ini disebut menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan inovasi yang kuat secara konsep ilmiah sekaligus matang dari sisi komunikasi, implementasi, dan keberlanjutan.