Kolaborasi riset dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk meningkatkan kualitas penelitian. Melalui kerja sama yang terbangun, peneliti berpeluang bertukar pengetahuan, memperluas jaringan, serta melahirkan gagasan inovatif yang memperkaya ekosistem riset untuk menjawab tantangan global.
Semangat tersebut tercermin dari langkah Universitas Negeri Malang (UM) yang menjalin kerja sama internasional dengan Prof. Pramod Kumar Singh dari Sharda University, India. Kolaborasi ini mempertemukan akademisi di bidang fisika material untuk berbagi pengalaman, mendiskusikan riset terkini, serta membuka peluang kerja sama pada masa mendatang.
Salah satu bentuk konkret kerja sama itu terlihat melalui partisipasi dalam The 6th International Conference on Science and Engineering of Materials (ICSEM) yang diselenggarakan Sharda University pada awal 2026. Dalam forum tersebut, Dr. Herlin Pujiarti, M.Si, dosen sekaligus peneliti fisika material dengan fokus teknologi surya, memaparkan perkembangan riset kelompoknya berjudul “Recent advances on Quasi Solid State DSSC with Membrane and Biopolymer Electrolytes”.
Presentasi itu mengulas inovasi tim Dr. Herlin dalam pengembangan elektrolit, baik berbentuk membran maupun berbasis biopolimer, sebagai upaya meningkatkan performa Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC). Paparan tersebut menjadi sarana diseminasi hasil penelitian sekaligus ruang dialog terbuka, termasuk bagi peneliti muda untuk berbagi wawasan dan menunjukkan hasil kerja.
Sejumlah mahasiswa peneliti juga terlibat dalam forum, baik sebagai partisipan maupun pemateri. Salah satunya, Nanda Nafi’atul Khusna, mahasiswa magister di bawah bimbingan Dr. Herlin Pujiarti, mempresentasikan penelitian terkait modifikasi fotoanoda pada teknologi sel surya generasi ketiga.
Menurut rangkaian kegiatan yang berlangsung, forum ilmiah semacam ini menjadi ruang diskusi bagi peneliti berpengalaman maupun mahasiswa. Melalui presentasi yang disampaikan, berbagai insight terkait perkembangan penelitian dari beragam bidang dapat dipertukarkan, sekaligus memberi manfaat bagi mahasiswa yang tengah mengerjakan riset atau mencari ide penelitian inovatif.
Kemitraan tersebut kemudian diperkuat melalui kunjungan Prof. Pramod ke UM. Dalam agenda kunjungannya, ia berdiskusi dengan kelompok riset yang melibatkan dosen peneliti dan mahasiswa di bidang fisika material. Pada sesi bersama kelompok riset Dr. Herlin, Prof. Pramod membagikan pengalaman dan hasil penelitian yang ia tekuni selama lebih dari 20 tahun.
Diskusi mencakup perkembangan terkini teknologi DSSC, material elektrolit, serta tantangan dan peluang riset di bidang energi terbarukan. Selain memperkaya pemahaman ilmiah, pertemuan tersebut juga disebut membuka peluang kolaborasi penelitian yang lebih luas ke depan.
Rangkaian kegiatan ini juga dikaitkan dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Pengembangan riset energi surya berkontribusi pada SDG 7 tentang Affordable and Clean Energy, penguatan inovasi berbasis penelitian mendukung SDG 9 tentang Industry, Innovation and Infrastructure, sementara kemitraan UM dan Sharda University menjadi implementasi SDG 17 tentang Partnerships for the Goals.
Melalui kolaborasi internasional seperti ini, diharapkan ekosistem riset dapat semakin produktif dan inovatif, serta memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.