Perjalanan jarak jauh, baik untuk mudik, liburan, maupun traveling ke luar negeri, kerap diwarnai tantangan yang membuat perjalanan terasa lebih melelahkan. Mulai dari transit panjang di bandara, perubahan jadwal penerbangan mendadak, kebingungan membaca harga dalam mata uang asing, hingga risiko keamanan data saat memakai Wi-Fi publik.
Di sisi lain, memilih aplikasi yang kurang tepat juga bisa berujung pada memori ponsel penuh tanpa manfaat berarti. Karena itu, sejumlah aplikasi perjalanan berikut kerap dianggap membantu untuk mengantisipasi masalah umum, termasuk saat transit, mengatur mobilitas di lokasi baru, hingga menyesuaikan kondisi tubuh akibat perbedaan zona waktu.
Berikut tujuh rekomendasi aplikasi perjalanan yang dapat dipertimbangkan sebelum berangkat.
1. Priority Pass untuk akses lounge bandara
Transit berjam-jam di bandara asing sering membuat pelancong harus bertahan di kursi tunggu, mencari colokan listrik, atau membeli makanan dengan harga mahal. Priority Pass menawarkan akses ke lebih dari 1.700 lounge bandara di berbagai negara, yang memungkinkan pengguna menikmati ruang lebih nyaman, termasuk makanan dan minuman gratis serta area yang lebih tenang.
Aplikasi ini berfungsi sebagai kartu keanggotaan digital. Pengguna dapat mencari lounge di bandara tujuan atau transit, memeriksa ketersediaan, membaca ulasan, hingga memesan tempat pada jam-jam sibuk. Keanggotaan Priority Pass disebut kerap disertakan pada kartu kredit premium tertentu, atau dapat dibeli mulai dari US$99 per tahun. Layanannya mencakup 725 kota di 145 negara dan tersedia untuk Android serta iOS.
2. Google Maps untuk navigasi perjalanan
Google Maps umum digunakan untuk membantu navigasi, termasuk saat mencari rute, lokasi tujuan, dan berbagai titik penting selama perjalanan. Aplikasi ini menjadi salah satu andalan bagi pelancong yang membutuhkan panduan arah secara praktis, baik saat mudik maupun ketika berada di kota yang belum familiar.
3. XE Currency untuk konversi mata uang
Saat berada di bandara internasional atau negara dengan mata uang yang tidak biasa digunakan, memahami nilai belanja dalam kurs asal bisa membingungkan. XE Currency menyediakan konversi instan untuk lebih dari 180 mata uang dan dapat membantu pelancong memperkirakan pengeluaran dengan lebih cepat.
Salah satu fitur yang ditekankan adalah kemampuan bekerja secara offline menggunakan nilai tukar yang tersimpan (cache) dari saat terakhir terhubung ke internet. Aplikasi ini juga disebut mendukung transfer uang internasional ke lebih dari 190 negara setelah pengguna mendaftar. XE Currency tersedia untuk iOS dan Android.
4. Flighty (iOS) dan byAir (Android) untuk pelacakan penerbangan
Perubahan gate atau penundaan yang terjadi mendadak dapat meningkatkan stres, terutama di bandara yang tidak dikenal. Flighty menjadi salah satu aplikasi pelacak penerbangan yang menawarkan pembaruan keterlambatan, pembatalan, dan perubahan gate langsung melalui aplikasi.
Versi gratisnya menampilkan informasi dasar, sementara Flighty Pro menambahkan notifikasi push, fitur “Where's My Plane” yang melacak pesawat masuk hingga 25 jam sebelum keberangkatan, serta prediksi penundaan berbasis machine learning hingga enam jam sebelum pengumuman maskapai. Flighty hanya tersedia untuk iOS. Untuk pengguna Android, byAir disebut menawarkan pelacakan penerbangan dengan pembaruan terminal, gate, dan bagasi secara langsung.
5. NordVPN untuk keamanan data di Wi-Fi publik
Wi-Fi publik di bandara atau selama perjalanan dapat menimbulkan risiko ketika digunakan untuk aktivitas sensitif, seperti mengakses layanan perbankan. VPN seperti NordVPN bekerja dengan membuat koneksi terenkripsi melalui server pribadi, sehingga membantu melindungi data saat pengguna terhubung ke jaringan publik.
NordVPN disebut mengoperasikan hampir 9.000 server di 130 negara. Selain aspek keamanan, VPN ini juga dapat membantu mengakses aplikasi atau situs yang dibatasi di negara tertentu. NordVPN tersedia untuk iOS dan Android, serta dapat digunakan di Windows, macOS, dan Linux. Paket dua tahun disebut dibanderol US$3,39 per bulan.
6. Mobile Passport Control (MPC) untuk antrean imigrasi di AS
Mobile Passport Control (MPC) ditujukan untuk membantu mempercepat proses di imigrasi Amerika Serikat. Aplikasi ini disebut gratis dan dapat dipakai sebagai salah satu opsi untuk mempermudah alur pemeriksaan saat tiba.
7. Timeshifter untuk mengatasi jet lag
Perbedaan zona waktu dapat mengacaukan jadwal tidur dan memicu jet lag, yang membuat tubuh tidak fit saat tiba di tujuan. Timeshifter dirancang berbasis ilmu saraf tidur dan ritme sirkadian untuk membantu pengguna menyesuaikan diri.
Pengguna diminta memasukkan data seperti usia, jenis kelamin, pola tidur, serta informasi penerbangan. Aplikasi kemudian menyusun jadwal yang memberi panduan kapan sebaiknya terpapar cahaya terang, kapan tidur, dan kapan mengonsumsi kopi. Rencana jet lag pertama tersedia gratis. Setelah itu, biayanya US$9,99 per rencana atau akses tahunan tanpa batas US$24,99. Timeshifter tersedia untuk iOS dan Android.
Catatan biaya dan kegunaan
Tidak semua aplikasi dalam daftar ini sepenuhnya gratis. Google Maps, XE Currency, dan Mobile Passport Control (MPC) disebut gratis. Priority Pass dan Flighty menawarkan versi gratis dengan fitur terbatas, sementara NordVPN dan Timeshifter memerlukan pembayaran untuk fitur lengkap.
Untuk mudik di dalam negeri, Google Maps disebut tetap menjadi sandaran untuk navigasi dan mencari lokasi penting seperti rest area. Bagi pelancong yang menggunakan pesawat, aplikasi maskapai atau pelacak penerbangan seperti byAir (Android) dapat membantu memantau perubahan jadwal. Sementara itu, penggunaan VPN disarankan terutama saat terhubung ke Wi-Fi publik di bandara, hotel, atau kafe, guna menambah lapisan perlindungan data pribadi.