Ancaman siber kembali mengintai pengguna smartphone, baik di iOS maupun Android. Sebuah trojan bernama SparkCat dilaporkan kembali muncul di App Store dan Google Play dengan menyusup ke aplikasi yang tampak normal dan familiar.
Temuan ini disampaikan Kaspersky Threats Research pada Senin (06/04). Menurut laporan tersebut, SparkCat bersembunyi di balik berbagai jenis aplikasi, mulai dari aplikasi pesan perusahaan hingga aplikasi pengiriman makanan.
Malware ini sebelumnya pernah ditemukan dan sudah dihapus dari kedua platform. Namun, SparkCat kini disebut hadir kembali dengan metode yang diklaim lebih canggih.
Peredaran aplikasi yang terinfeksi tidak hanya ditemukan di toko aplikasi resmi. Kaspersky juga menemukan aplikasi berbahaya tersebut beredar melalui sumber pihak ketiga. Bahkan, beberapa situs dibuat menyerupai App Store saat dibuka dari iPhone untuk mengelabui pengguna.
Dalam pengamatannya, trojan ini menyasar pengguna yang aktif dan memiliki akun kripto di Asia. Pada versi Android, SparkCat mencari kata kunci di perangkat dalam bahasa Jepang, Korea, dan China. Sementara itu, versi iOS dilaporkan memiliki jangkauan lebih luas karena kerap memindai frasa dalam bahasa Inggris.
Cara kerja SparkCat dinilai mengkhawatirkan. Setelah menyusup ke perangkat, malware ini dapat meminta akses ke galeri foto pengguna, lalu memindai gambar—terutama tangkapan layar—untuk mencari informasi sensitif seperti frasa pemulihan (recovery phrase) dompet kripto.
“Varian SparkCat yang diperbarui meminta akses untuk melihat foto di galeri ponsel pintar pengguna dalam skenario tertentu sama seperti versi Trojan pertama. Ia menganalisis teks dalam gambar yang tersimpan menggunakan modul pengenalan karakter optik,” kata Sergey Puzan, pakar keamanan siber Kaspersky.
Ia menambahkan, “Jika malware menemukan kata kunci yang relevan, ia mengirimkan gambar tersebut ke penyerang lain. Mengingat kesamaan antara sampel saat ini dan yang sebelumnya, kami percaya bahwa pengembang versi malware baru ini adalah orang yang sama.”
Kaspersky menyatakan telah melaporkan aplikasi berbahaya tersebut kepada Google dan Apple untuk ditindaklanjuti, termasuk penghapusan dari App Store maupun Play Store.
Untuk mengurangi risiko, pengguna disarankan lebih berhati-hati saat mengunduh aplikasi, termasuk dari toko resmi. Pengguna juga dianjurkan menghindari menyimpan informasi sensitif, seperti kata sandi atau data pemulihan dompet kripto, dalam bentuk tangkapan layar di galeri.