Pembelian tiket kereta api di Sumatera Utara kian didominasi kanal digital. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumut mencatat sekitar 80 persen transaksi tiket pada periode Januari hingga Mei 2026 dilakukan melalui platform digital.
Dalam periode tersebut, total jumlah penumpang mencapai 1.145.548 orang. Dari angka itu, sebanyak 913.534 penumpang membeli tiket melalui aplikasi Access by KAI. Selain aplikasi, pembelian juga dilakukan melalui situs booking.kai.id sebanyak 3.537 transaksi, serta melalui mesin tiket mandiri di stasiun sebanyak 6.039 transaksi.
Secara kumulatif, penggunaan kanal digital mencapai 923.110 transaksi atau sekitar 80 persen dari total penumpang pada periode tersebut.
Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan tren tersebut mencerminkan perubahan perilaku pelanggan dalam mengakses layanan transportasi. “Perluasan ekosistem digital ini merupakan bagian dari upaya KAI dalam memberikan kemudahan akses layanan bagi pelanggan kapan saja dan di mana saja,” ujarnya, Rabu, 10 Juni 2026.
Selain aplikasi dan situs web, KAI juga menyediakan mesin tiket mandiri di 28 stasiun wilayah Divre I Sumut. Fasilitas ini memungkinkan penumpang melakukan pembelian tiket, mencetak boarding pass, hingga melakukan perubahan jadwal dan pembatalan secara mandiri.
“Melalui fasilitas tiket box, pelanggan di stasiun dapat melakukan pembelian secara mandiri dengan proses yang lebih cepat tanpa harus mengantre lama,” kata Anwar.
Meski layanan digital semakin dominan, KAI masih mempertahankan loket konvensional di 15 stasiun, termasuk lintas Medan, Siantar, Tanjungbalai, dan Rantauprapat. Loket tersebut tetap melayani pembelian tiket langsung dengan batas waktu maksimal tiga jam sebelum keberangkatan.
Anwar menyebut keberadaan loket dan petugas di stasiun tetap dipertahankan sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap inklusivitas layanan. “KAI memastikan seluruh pelanggan, baik yang terbiasa digital maupun yang membutuhkan layanan langsung, tetap dapat mengakses transportasi kereta api,” ujarnya.