TP Indonesia meluncurkan TP.ai FAB, sebuah ekosistem kecerdasan buatan (AI) end-to-end, di kantor pusatnya di RDTX Square, Jakarta. Peluncuran ini digelar pada Rabu (10/12/2025) dan dihadiri lebih dari 50 pemimpin industri, mitra strategis, serta pakar teknologi.
TP.ai FAB dirancang untuk memadukan kemampuan AI dengan keahlian manusia melalui pendekatan human-in-the-loop. Ekosistem ini mencakup analitik canggih, AI generatif, pemodelan prediktif, automasi alur kerja, serta rekomendasi next-best-action untuk kebutuhan telesales dan collections.
Menurut perusahaan, sistem tersebut ditujukan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi, dan kepuasan pelanggan dalam operasi berskala besar, sambil mempertahankan sentuhan manusia dalam setiap interaksi.
CEO TP Indonesia Michael Wullur menegaskan bahwa TP.ai FAB tidak dimaksudkan sebagai pengganti manusia. Ia menyebut teknologi ini ditujukan untuk mendukung karyawan agar dapat lebih fokus pada tugas yang membutuhkan empati, persuasi, dan pemikiran strategis.
“Ini merupakan komitmen kami untuk membantu bisnis menciptakan nilai baru, memperkuat operasi, dan tetap kompetitif di era ekonomi digital,” ujar Wullur dalam siaran tertulis pada Kamis (11/12/2025).
Peluncuran TP.ai FAB juga diisi diskusi panel yang menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Setiaji dari Kementerian Kesehatan RI, Eri Budiono dari Bank Neo Commerce, Radhi Juniantino dari Grab Indonesia, serta Alfan Rezani Aziz dari L’Oréal Indonesia. Diskusi menyoroti peran AI dalam operasional perusahaan maupun lembaga publik, dengan penekanan pada penggunaan data yang etis dan pendekatan yang tetap berfokus pada manusia.
Moderator diskusi, Toho Pasaribu, menutup sesi dengan refleksi, “Apakah AI membantu kita berpikir atau kita yang berpikir untuk AI?” Pernyataan tersebut menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan tanggung jawab etis.
Melalui peluncuran ini, TP Indonesia menegaskan langkahnya dalam mendorong transformasi digital di Indonesia, dengan menghadirkan solusi yang fleksibel, berbasis data, dan berpusat pada manusia.