BERITA TERKINI
Tim Software Engineer Indonesia Raih Juara Dua di OpenAI Codex Hackathon Singapura Lewat Aplikasi Anti Judi Online

Tim Software Engineer Indonesia Raih Juara Dua di OpenAI Codex Hackathon Singapura Lewat Aplikasi Anti Judi Online

Tim software engineer asal Indonesia meraih juara dua dalam ajang OpenAI Codex Hackathon yang digelar di Singapura. Prestasi ini diraih lewat inovasi bernama GambitHunter, aplikasi yang dirancang untuk membantu memberantas praktik judi online (judol) di Indonesia.

Informasi tersebut dibagikan oleh salah satu anggota tim, Reynaldo Wijaya Hendry, melalui akun X (dulu Twitter) pada Sabtu (28/2). Dalam unggahannya, Reynaldo menyebut tema judi online menjadi dasar pengembangan solusi yang membawa timnya menempati posisi kedua di kompetisi tersebut.

GambitHunter dikembangkan berangkat dari keresahan terhadap dampak judi online di Indonesia. Reynaldo menyoroti banyaknya korban yang terjerat utang, mengalami kecanduan, hingga memicu tindak kriminal. Menurutnya, dampak judol tidak hanya merugikan individu, tetapi juga menimbulkan efek negatif yang lebih luas di masyarakat.

Reynaldo juga menilai pemblokiran situs judol yang selama ini dilakukan pemerintah belum cukup efektif. Ia menyebut pendekatan pemutusan akses domain kerap menyerupai “permainan kucing dan tikus”, karena ketika satu situs ditutup, situs lain dapat muncul kembali dengan nama dan domain baru. Melalui GambitHunter, timnya ingin membantu upaya pemerintah dalam menangani persoalan tersebut.

Berbeda dari pendekatan yang berfokus pada domain situs, GambitHunter dirancang untuk menelusuri rekening dan nomor telepon yang digunakan untuk aktivitas deposit. Dari data tersebut, tim berharap pelaku dapat teridentifikasi lebih jelas sehingga aparat berwenang bisa mengambil tindakan.

Reynaldo menjelaskan GambitHunter terdiri dari dua bagian, yakni eksplorasi dan ekstraksi. Pada tahap eksplorasi, agen eksplorasi menggunakan mesin pencari web seperti Exa untuk mengumpulkan daftar situs yang berpotensi diproses lebih lanjut. Tahap berikutnya dikerjakan oleh agen ekstraksi yang, dengan memanfaatkan model Codex, menelusuri situs-situs tersebut untuk mencari informasi seperti rekening bank dan nomor telepon, termasuk dengan melakukan registrasi di situs.

Seluruh data rekening dan nomor telepon yang ditemukan kemudian direkap, disertai bukti berupa tangkapan layar dari informasi yang tertera di situs terkait.