Aplikasi Android kini diwajibkan meminta izin sebelum mengakses fitur tertentu di ponsel, mulai dari galeri foto hingga pelacakan lokasi. Namun, tidak semua izin berdampak sama. Sejumlah izin justru dapat membuat baterai lebih cepat terkuras, terutama ketika memungkinkan aplikasi tetap aktif dan melakukan aktivitas di latar belakang tanpa disadari pengguna.
Dalam beberapa tahun terakhir, sistem perizinan Android dibuat lebih ketat dibanding masa lalu ketika aplikasi bisa mengakses banyak data tanpa persetujuan khusus. Meski demikian, permintaan izin yang muncul berulang kali kerap membuat pengguna menekan tombol “Izinkan” tanpa meninjau kebutuhan sebenarnya. Selain terkait privasi dan keamanan, keputusan ini juga dapat berpengaruh pada konsumsi daya dan performa perangkat.
Secara umum, Android memiliki berbagai kategori izin, seperti akses kamera, mikrofon, lokasi, kontak, SMS, penyimpanan file, hingga aktivitas fisik. Banyak izin hanya aktif ketika aplikasi digunakan. Namun, izin yang memungkinkan aplikasi bekerja terus-menerus di latar belakang dinilai menjadi salah satu penyebab utama baterai cepat habis. Pengguna dapat memeriksa izin yang sudah diberikan melalui menu Settings > Permission Manager di perangkat Android.
1. Akses lokasi
Izin lokasi termasuk yang paling berpotensi menguras baterai, terutama jika pengguna memilih opsi “Precise location” dan “Allow all the time”. “Precise location” memanfaatkan GPS, Bluetooth, WiFi, serta berbagai sensor untuk menentukan posisi secara akurat. Cara ini membutuhkan daya lebih besar dibanding “Approximate location” yang mengandalkan koneksi internet.
Sementara itu, opsi “Allow all the time” memungkinkan aplikasi mengakses lokasi terus-menerus, bahkan saat aplikasi tidak sedang dibuka. Beberapa aplikasi seperti Google Maps untuk navigasi atau widget cuaca memang dapat memerlukan akses semacam ini. Namun, untuk banyak aplikasi lain, izin “Allow only while using the app” dinilai cukup dan dapat membantu menghemat baterai.
2. Nearby Devices
Izin “Nearby Devices” memungkinkan aplikasi memindai perangkat di sekitar, misalnya headphone nirkabel, smartwatch, router, smart plug, hingga speaker pintar. Pemindaian dapat berjalan di latar belakang meskipun Bluetooth dalam kondisi mati.
Aktivitas pemindaian yang terus berlangsung berpotensi menguras baterai, bahkan ketika tidak ada perangkat yang benar-benar terhubung. Karena cukup banyak aplikasi dapat memiliki izin ini aktif, pengguna sering tidak menyadari kontribusinya terhadap penurunan daya baterai.
3. Aktivitas latar belakang
Secara bawaan, Android mengizinkan aplikasi berjalan di latar belakang agar multitasking tetap lancar. Namun, tidak semua aplikasi perlu terus aktif saat tidak digunakan. Pengguna dapat membatasi aktivitas latar belakang untuk menekan konsumsi daya.
Pada perangkat Google Pixel dan sebagian besar Android, pengaturan dapat diakses melalui Settings > Apps > pilih aplikasi > App battery usage > lalu nonaktifkan “Allow background usage”. Pada perangkat Samsung Galaxy, pengguna dapat membuka Settings > Battery > Background usage limits, kemudian menambahkan aplikasi ke daftar Deep sleeping apps.
Pembatasan ini membuat aplikasi berhenti berjalan ketika tidak digunakan sehingga konsumsi daya dapat ditekan. Dampak penghematan bisa berbeda pada tiap perangkat, tergantung jumlah aplikasi yang aktif. Namun, meninjau ulang izin aplikasi dan aktivitas latar belakang dinilai menjadi langkah yang relevan untuk menjaga daya tahan baterai ponsel.