PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus mendorong transformasi menjadi perusahaan AI Native dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke seluruh lini bisnis, terutama pada infrastruktur jaringan inti (core network). Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi investasi sekaligus mengoptimalkan pengalaman pelanggan secara real-time.
Executive General Manager Digital Product Telkom Indonesia, Komang Budi Aryasa, mengatakan meski Telkom tidak lahir sebagai perusahaan AI, perusahaan menempatkan penguatan proses bisnis berbasis AI sebagai prioritas. Salah satu target yang dikejar adalah mewujudkan Autonomous Network atau jaringan otonom.
“Ke depan, jaringan harus semakin mandiri. Kami sedang bekerja sama dengan mitra global seperti Google untuk membangun jaringan yang bisa self-healing. Jika ada gangguan, sistem AI akan melakukan perbaikan sendiri melalui auto-routing tanpa harus menunggu intervensi manual yang lama,” kata Komang di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Menurut dia, penerapan AI di Telkom sudah dimulai sejak tahap perencanaan. Dalam penggelaran kabel serat optik (fiber optic), misalnya, AI digunakan untuk memprediksi tingkat permintaan (demand) di suatu wilayah. Dengan begitu, pembangunan infrastruktur dapat lebih tepat sasaran dan menekan potensi investasi yang tidak efektif.
AI juga diterapkan di sisi seluler melalui Telkomsel. Komang menyebut teknologi tersebut telah digunakan pada ribuan Base Transceiver Station (BTS), antara lain untuk memprediksi kebutuhan daya dan bahan bakar, serta mengoptimalkan routing saat terjadi blank spot atau gangguan transmisi.
Hingga saat ini, Telkom mencatat terdapat 139 use case AI yang telah berhasil diimplementasikan di lingkungan anak perusahaan. Komang menegaskan, AI diposisikan sebagai alat efisiensi, termasuk untuk memprediksi kapan baterai BTS perlu diganti sebelum rusak agar layanan ke pelanggan tidak terputus.
Untuk mendukung kebutuhan komputasi AI yang besar, Telkom turut memperkuat infrastruktur fisik melalui anak usahanya, Telkom Data Center Ecosystem (TDE). Sejalan dengan karakter data AI yang kerap melibatkan visual dan video, perusahaan juga mulai beralih dari penggunaan CPU (Central Processing Unit) ke GPU (Graphical Processing Unit) agar pemrosesan data lebih cepat.
Komang mengatakan infrastruktur data center Telkom telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, baik untuk kebutuhan internal maupun pelanggan korporasi. Melalui strategi AI Native, Telkom menyatakan optimistis dapat menghadirkan layanan telekomunikasi yang lebih stabil dan responsif.