BERITA TERKINI
Survei APJII 2026: YouTube Jadi Platform Video Paling Sering Ditonton Pengguna Internet Indonesia

Survei APJII 2026: YouTube Jadi Platform Video Paling Sering Ditonton Pengguna Internet Indonesia

Perkembangan teknologi digital mengubah cara masyarakat Indonesia mengakses informasi dan menikmati hiburan. Jika sebelumnya televisi menjadi media tontonan utama, kini platform video berbasis internet semakin banyak dipilih karena memungkinkan pengguna menonton beragam konten kapan saja dan di mana saja.

Meningkatnya konsumsi video digital sejalan dengan pertumbuhan pengguna internet di Indonesia. Berdasarkan Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2026 yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 235,26 juta jiwa dari total populasi 287,88 juta jiwa. Tingkat penetrasi internet nasional tercatat 81,72%.

Survei tersebut dilaksanakan pada 1 Februari hingga 15 Maret 2026 dengan melibatkan 8.700 responden warga negara Indonesia berusia minimal 13 tahun. Responden tersebar secara proporsional di 38 provinsi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung oleh enumerator terlatih menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error ±1,1%.

Dalam hasil survei, YouTube menjadi platform video yang paling sering ditonton oleh pengguna internet Indonesia dengan persentase 49,3%. Angka ini menunjukkan hampir separuh pengguna internet memilih YouTube sebagai platform utama untuk mengakses berbagai jenis konten video.

Di posisi kedua, Vidio mencatat persentase 24,8%. Sementara itu, Netflix berada di urutan ketiga dengan 13,4%.

Adapun Prime Video dan Disney+ Hotstar masing-masing memperoleh persentase 0,6%. Sebanyak 8,5% responden memilih kategori platform lainnya, sedangkan 2,8% responden menyatakan tidak menggunakan atau tidak menonton platform video tertentu.

Data ini menggambarkan peran platform video yang kian penting dalam memenuhi kebutuhan informasi dan hiburan masyarakat. Preferensi pengguna terhadap layanan tertentu juga menjadi indikasi tren konsumsi media digital di Indonesia yang terus berkembang.