BERITA TERKINI
SURGE dan APTISI Teken MoU, Siapkan Internet Terjangkau dan Platform E-Learning Berbasis AI untuk Ribuan PTS

SURGE dan APTISI Teken MoU, Siapkan Internet Terjangkau dan Platform E-Learning Berbasis AI untuk Ribuan PTS

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE, IDX: WIFI) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mendorong transformasi digital pendidikan tinggi melalui penyediaan akses internet terjangkau serta pengembangan platform E-Learning Nasional berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kolaborasi ini memiliki cakupan nasional dengan ekosistem APTISI yang menaungi 4.095 perguruan tinggi swasta (PTS) di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut diharapkan membantu PTS meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses pendidikan tinggi, mendukung pembelajaran jarak jauh dan blended learning, serta memperkuat tata kelola akademik berbasis data.

Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Yune Marketatmo, menyatakan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan transformasi digital nasional, khususnya di sektor pendidikan. “Pendidikan merupakan salah satu pilar utama kemajuan bangsa. Melalui kolaborasi strategis bersama APTISI, SURGE berkomitmen membuka akses konektivitas digital yang lebih luas, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mempercepat pemerataan pendidikan berbasis teknologi di seluruh Indonesia,” ujar Yune Marketatmo dalam siaran pers yang dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (29/5).

Penandatanganan MoU berlangsung di Auditorium Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta, dan disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Acara tersebut juga disebut didukung jajaran Board of Shareholders SURGE.

Dalam kegiatan itu, Hashim S. Djojohadikusumo hadir sebagai keynote speaker dengan orasi ilmiah bertajuk “Transformasi Digital Pendidikan Tinggi: Pilar Utama Peningkatan Mutu, Pemerataan Akses, dan APK Menuju 40%.” Dalam paparannya, Hashim menekankan pemerataan akses internet berkecepatan tinggi sebagai prasyarat penting untuk menciptakan keadilan pendidikan, terutama bagi mahasiswa di daerah yang menghadapi keterbatasan konektivitas.

Ketua Umum APTISI Pusat, Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I., menegaskan penguatan infrastruktur digital merupakan kebutuhan mendesak bagi PTS. Menurutnya, PTS menjadi kekuatan besar pendidikan tinggi nasional karena tersebar di berbagai wilayah dan menjadi pintu akses utama masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. “Jika Indonesia ingin meningkatkan Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi secara signifikan, maka PTS harus diperkuat. Tidak mungkin APK pendidikan tinggi naik secara nasional tanpa melibatkan perguruan tinggi swasta. Karena itu, kerja sama APTISI dan SURGE ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses, menekan kesenjangan digital, dan mempercepat pembelajaran berbasis teknologi,” ujarnya.

APTISI menilai program ini tidak hanya membantu kampus menyediakan akses internet, tetapi juga berpotensi mengubah cara PTS mengelola pembelajaran, layanan akademik, riset, administrasi, promosi kampus, serta penguatan mutu berbasis data. Dalam jangka panjang, PTS diharapkan memperluas jangkauan pembelajaran melalui Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), blended learning, hybrid learning, microcredential, dan pembelajaran sepanjang hayat.

Kerja sama ini juga disebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi swasta dan sektor teknologi dalam mendukung agenda nasional, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pendidikan, transformasi digital, dan visi Indonesia Emas 2045. SURGE dan APTISI menyatakan memiliki visi untuk mendorong peningkatan mutu PTS sekaligus meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi nasional dari sekitar 32% menuju 40%.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, menyambut baik kolaborasi lintas sektor tersebut. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan inovatif di era digital. “Transformasi digital merupakan fondasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperluas akses, serta memperkuat relevansi perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Brian Yuliarto.

Dalam implementasinya, SURGE bersama APTISI menyiapkan sejumlah inisiatif strategis. Program mencakup penyediaan akses internet secara bertahap bagi PTS, terutama kampus yang masih menghadapi kendala biaya dan infrastruktur konektivitas. Selain itu, ada pengembangan bundling konektivitas dan layanan akademik melalui platform APTISI Sinergi dan Sinergi Dikti, termasuk akses modul Learning Management System (LMS) untuk mendukung pembelajaran digital.

Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan ekosistem pembelajaran digital berbasis AI untuk mendukung pembelajaran, riset, pengabdian kepada masyarakat, administrasi akademik, analitik mutu, dan aktivitas non-akademik kampus. Di sisi pelaksanaan, APTISI dan SURGE akan bersinergi dalam penyediaan lokasi, sosialisasi program, instalasi perangkat, pemeliharaan layanan, serta perluasan jaringan konektivitas secara nasional.

Layanan konektivitas dalam program ini akan memanfaatkan solusi fixed broadband dari IRA – Internet Rakyat berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) yang beroperasi pada spektrum frekuensi 1.4GHz melalui anak usaha PT Telemedia Komunikasi Pratama, serta layanan Starlite berbasis Fiber-To-The-Home (FTTH) melalui anak usaha PT Integrasi Jaringan Ekosistem. Kedua layanan tersebut dikembangkan untuk menghadirkan akses internet cepat, stabil, dan terjangkau.

SURGE dan APTISI menyatakan kolaborasi ini ditujukan untuk menciptakan dampak nyata bagi pendidikan Indonesia melalui pemerataan akses internet, peningkatan kualitas pembelajaran digital, dan penguatan daya saing perguruan tinggi di tengah transformasi digital global.