BERITA TERKINI
STEI ITB dan The Asia Foundation Luncurkan Cyber Clinic, 100 Mahasiswa Siap Audit Keamanan Data 200 UMKM Gratis

STEI ITB dan The Asia Foundation Luncurkan Cyber Clinic, 100 Mahasiswa Siap Audit Keamanan Data 200 UMKM Gratis

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini tidak hanya berhadapan dengan persaingan pasar, tetapi juga ancaman serangan siber. Untuk merespons kondisi tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) bersama The Asia Foundation meluncurkan program Cyber Clinic di Aula Barat Kampus ITB, Senin (25/5/2026).

Program ini melibatkan 100 mahasiswa yang akan memberikan audit keamanan dasar serta pelatihan kesadaran digital secara gratis kepada 200 UMKM. Inisiatif tersebut ditujukan untuk membantu UMKM meningkatkan perlindungan data dan memperkuat kesiapan menghadapi risiko digital.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi kehadiran Cyber Clinic. Ia menilai program ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah untuk memahami dampak dan risiko penggunaan teknologi digital yang selama ini kerap luput diperhitungkan.

“Ini akan bisa memberikan masukan untuk Pemerintah Kota Bandung dalam rangka menggunakan berbagai macam teknologi digital dan juga metode yang bisa menghitung dampak dan risiko. Karena dua hal ini yang sering diabaikan oleh kita di pemerintahan,” kata Farhan.

Farhan menyebut, selama ini pemerintah lebih banyak menerima aduan terkait persoalan digital yang bersifat personal. Sementara laporan penipuan digital yang menimpa entitas usaha seperti koperasi atau UMKM di Kota Bandung belum banyak ditemukan.

“Kita belum menemukan adanya aduan tentang digital fraud yang korbannya entitas usaha, baik koperasi maupun UMKM. Namun mumpung belum terjadi di sini, kita harus mulai menghitung risikonya,” ujarnya.

Program Cyber Clinic juga disiapkan sebagai respons terhadap percepatan digitalisasi di sektor UMKM. Dalam data yang disampaikan, UMKM disebut menjadi penopang utama ekonomi dengan kontribusi 60,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dan 87 persen di antaranya telah menggunakan internet dalam operasional bisnis.

Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Budi Primawan, mengatakan ekonomi digital Indonesia terus tumbuh dan nilainya diprediksi mencapai 200–360 miliar dolar AS pada 2030. Ia mencontohkan berbagai modus penipuan dalam perdagangan daring, mulai dari barang yang diterima tidak sesuai pesanan hingga kasus pembeli mengembalikan barang yang berbeda dari produk asli.

Budi menilai rendahnya literasi digital masih menjadi persoalan besar sehingga edukasi keamanan siber bagi UMKM dinilai mendesak. “Kita kadang lupa cyber security itu penting. Misalnya kita beli barang lewat Instagram lalu diminta alamat, kita kasih saja. Kita tidak tahu itu benar atau tidak,” katanya.

Melalui Cyber Clinic, penyelenggara menargetkan adanya peningkatan pemahaman keamanan digital di kalangan pelaku UMKM, seiring meningkatnya adopsi teknologi yang belum selalu dibarengi kesiapan perlindungan data.