Perusahaan AI Data Cloud asal Amerika Serikat, Snowflake, mengembangkan portofolio layanan kecerdasan buatan (AI) bernama Cortex AI untuk membantu pelanggan bisnis memanfaatkan AI modern langsung pada data internal mereka. Melalui Cortex AI, perusahaan dapat menjalankan pemrosesan dan analisis berbasis AI secara lebih mudah, cepat, dan aman tanpa harus membangun infrastruktur AI dari awal.
Dalam Cortex AI, Snowflake menyediakan sejumlah model AI dari perusahaan ternama, termasuk model OpenAI seperti GPT-5.5, GPT-5.4, hingga GPT-5.2. Model-model tersebut dapat digunakan pelanggan Snowflake untuk membangun aplikasi maupun agen khusus yang bekerja berdasarkan data perusahaan mereka.
Terbaru, Snowflake mengumumkan kerja sama dengan perusahaan teknologi AS, Anthropic. “Anthropic dan Snowflake, kita bekerja sama saat ini. Ini adalah kemitraan yang sangat spesial,” ujar Co-founder dan President Anthropic, Daniela Amodei, dalam Snowflake Summit 26 di San Fransisco, Selasa (2/6).
Melalui kemitraan ini, Anthropic menghadirkan model AI Claude, sementara Snowflake membawa Claude lebih dekat ke kebutuhan perusahaan dengan mengintegrasikannya ke lingkungan data, tata kelola, keamanan, serta kolaborasi di dalam Snowflake. Keduanya juga menetapkan strategi masuk ke pasar (go-to-market) bersama.
Dengan Cortex AI, pelanggan dapat menggunakan Claude pada data Snowflake mereka. Klien Snowflake juga disebut memiliki keleluasaan untuk memilih model Anthropic yang paling sesuai dengan beban kerja spesifik, tanpa perlu memindahkan data sensitif bisnis ke luar ekosistem Snowflake.
EVP of Product Snowflake, Christian Kleinerman, menilai adopsi model seperti Claude melalui Snowflake Cortex AI mencerminkan perubahan ekspektasi perusahaan terhadap AI. “Pelanggan menginginkan AI yang bekerja secara langsung pada data mereka yang terkelola, bukan di sistem yang terisolasi. Kami melihat permintaan yang kuat terhadap seluruh produk AI kami,” kata Kleinerman.
Di bawah payung Cortex AI, Snowflake telah meluncurkan sejumlah tools atau layanan AI. Dari enam layanan yang disebut tersedia, beberapa yang populer antara lain CoWork, CoCo (sebelumnya bernama Cortex Code), dan Cortex Agent.
CoWork: agen personal untuk kebutuhan bisnis
CoWork merupakan pengembangan dari Snowflake Intelligence yang diposisikan sebagai agen personal untuk bisnis. Dalam konsepnya, CoWork digambarkan sebagai asisten yang memahami data perusahaan, tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat mengambil tindakan.
CoWork memiliki sejumlah kemampuan, termasuk koneksi ke aplikasi lain melalui MCP Connectors seperti Google Drive, Salesforce, dan Slack. Fitur Deep Research memungkinkan sistem menelusuri dokumen dan data perusahaan untuk memberikan jawaban lengkap beserta sumbernya secara aman. Sementara Cortex Sense ditujukan agar AI dapat memahami definisi dan aturan bisnis perusahaan secara otomatis.
CoWork juga dibekali User Memory & Skills untuk mempelajari kebiasaan kerja pengguna, mengingat preferensi, serta membantu mengotomatiskan tugas rutin. Layanan ini juga disebut memiliki aplikasi iOS. Selain itu, lewat fitur Artifacts, pengguna dapat “mengobrol” dengan data menggunakan bahasa sehari-hari tanpa harus menavigasi dashboard atau grafik yang kompleks.
Dalam contoh penggunaan, CoWork dapat membantu manajer penjualan menganalisis kinerja penjualan dan menjawab pertanyaan kompleks, misalnya produk dengan penjualan tertinggi di wilayah tertentu pada kuartal sebelumnya serta alasan suatu produk mengungguli produk lain. CoWork juga disebut dapat membantu analis keuangan memadukan kinerja portofolio dengan berita pasar, serta mendukung manajer produk menganalisis umpan balik pelanggan bersamaan dengan laporan industri untuk memperoleh konteks lebih mendalam.
CoCo: agen untuk membantu proses pengembangan
CoCo (Cortex Code) merupakan coding agent yang ditujukan bagi developer, analis data, dan pembuat aplikasi. Konsepnya, pengguna dapat menjelaskan kebutuhan aplikasi atau sistem melalui prompt berbahasa sehari-hari, sementara CoCo menyusun jalur kerja, menulis kode, hingga membangun aplikasinya.
Snowflake menyebut CoCo dapat bekerja secara otomatis dan kemampuan yang sudah dibuat dapat disimpan dalam katalog khusus agar dapat digunakan ulang oleh tim lain. CoCo juga terintegrasi dengan platform pembuat aplikasi seperti Vercel, Retool, dan Superblocks, sehingga hasil interaksi dengan AI dapat langsung diubah menjadi aplikasi internal perusahaan.
Snowflake menempatkan CoWork dan CoCo sebagai bagian dari visi perusahaan menuju pendekatan berbasis AI agent, yakni sistem AI yang dapat menganalisis data dan konteks perusahaan secara aman, berkoordinasi di alur kerja bisnis, serta membantu mengubah wawasan menjadi tindakan.
Cortex Agents: agen AI untuk akses data lewat percakapan
Sementara itu, Cortex Agents dirancang untuk membantu pengguna mengakses dan menganalisis data bisnis melalui percakapan natural language. Agen ini tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat merencanakan tugas, menentukan tools yang tepat, serta mengevaluasi siklus jawaban secara mandiri.
Snowflake menjelaskan bahwa ketika kemampuan CoWork—seperti koneksi lintas aplikasi—digabungkan dengan konteks bisnis, hasilnya membentuk Cortex Agents. Agen-agen AI ini dapat disebar ke berbagai divisi, seperti tim finansial, hukum, atau penjualan, untuk membantu karyawan menyelesaikan tugas spesifik langsung dari aplikasi harian mereka.