BERITA TERKINI
Snap Maps di Snapchat Bisa Membagikan Lokasi Secara Terus-Menerus, Ini Cara Membatasinya

Snap Maps di Snapchat Bisa Membagikan Lokasi Secara Terus-Menerus, Ini Cara Membatasinya

Ponsel kini memungkinkan pengguna mengetahui lokasi teman atau keluarga secara cepat tanpa perlu menelepon. Melalui sejumlah aplikasi, lokasi dapat terlihat di peta dan berubah secara real-time. Namun, kemudahan ini juga berarti ponsel dapat melacak keberadaan penggunanya secara detail—sesuatu yang tidak selalu nyaman bagi semua orang.

Beragam layanan menawarkan fitur pelacakan lokasi waktu nyata. Google, misalnya, memperkenalkan fitur berbagi lokasi dengan kontak tertentu. Snapchat juga memiliki fitur serupa melalui Snap Maps, yang memungkinkan pengguna melihat lokasi orang lain. Di sisi lain, fitur ini menyimpan risiko privasi yang perlu dipahami.

Dalam pembahasan ini, Snap Maps disebut memiliki karakter pelacakan yang berlangsung terus-menerus. Pengguna tidak disebut dapat mengatur agar lokasi hanya dibagikan untuk durasi singkat seperti satu jam. Artinya, lokasi dapat terlihat setiap saat dengan tingkat ketelitian tinggi. Snap Maps juga mengklaim bahwa di area padat penduduk, akurasinya dapat mencapai sekitar 1 meter.

Fitur tersebut sekilas tampak menyenangkan dan memudahkan mencari teman. Namun, ada konsekuensi yang dapat muncul. Lokasi yang terus terlihat membuat seseorang sulit “menghilang” dari pertemuan yang tidak diinginkan, atau menyembunyikan keberadaan saat tidak ingin diketahui. Dalam konteks lain, fitur ini juga dapat disalahgunakan oleh pihak yang memiliki kecenderungan menguntit.

Selain memanfaatkan GPS dan analisis sinyal di sekitar seperti jaringan Wi-Fi, Snapchat juga disebut mengetahui alamat IP pengguna. Untuk meningkatkan lokalisasi, aplikasi ini dapat memanfaatkan data dari sensor ponsel seperti barometer, akselerometer, dan giroskop—termasuk untuk mendeteksi apakah pengguna sedang duduk, berlari, atau berada di kendaraan.

Snapchat juga memiliki fitur yang lebih baru dan lebih canggih, yakni Live Location, yang memungkinkan pengguna membagikan lokasi secara real-time meski hanya untuk waktu terbatas. Siapa pun yang diberi akses dapat melihat posisi pengguna secara langsung. Aktivitas berbagi lokasi semacam ini juga disebut dapat berdampak pada baterai ponsel karena informasi terus diperbarui.

Kabar baiknya, pengguna tidak wajib memakai Snap Maps. Snapchat tetap bisa digunakan tanpa fitur ini sehingga pengguna masih dapat terhubung dengan orang lain tanpa membagikan lokasi. Ada beberapa cara untuk membatasi atau mematikan pelacakan lokasi, baik sementara maupun permanen.

Pertama, menonaktifkan layanan lokasi di ponsel. Cara ini dinilai paling mudah dan aman, tetapi konsekuensinya pengguna akan kehilangan fungsi lain yang bergantung pada GPS, seperti navigasi.

Kedua, mengaktifkan Ghost Mode di Snapchat. Mode ini menyembunyikan lokasi dari pengguna lain, tetapi disebut bahwa Snapchat tetap mengumpulkan data dan dapat menggunakannya, misalnya untuk tujuan periklanan.

Ketiga, mengatur izin aplikasi melalui pengaturan privasi di ponsel, bukan lewat aplikasi. Pengguna dapat memberikan atau mencabut izin tertentu, termasuk akses lokasi, sesuai kebutuhan.

Snapchat—yang di Google Play disebut telah diunduh lebih dari satu miliar kali—dinilai bermanfaat, tetapi pengguna disarankan memahami konsekuensi privasi dari fitur pelacakan lokasi. Dalam praktiknya, data pribadi kerap diberikan secara cuma-cuma, dan pada kondisi tertentu dampak negatifnya bisa lebih besar daripada manfaatnya. Privasi di dunia digital pun menjadi hal yang perlu dijaga dengan cermat.