BERITA TERKINI
Snap and Style Lolos P2MW 2026, Kembangkan Platform Jasa Event Terintegrasi Berbasis Web

Snap and Style Lolos P2MW 2026, Kembangkan Platform Jasa Event Terintegrasi Berbasis Web

Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali mencatatkan capaian dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Melalui startup bertajuk Snap and Style, mereka dinyatakan lolos pada kategori Bisnis Digital Tahap Bertumbuh.

Snap and Style mengusung inovasi platform berbasis website yang mengintegrasikan layanan jasa kreatif dan kebutuhan event dalam satu sistem. Tim ini beranggotakan Afifani Aulida Romadhoni sebagai CEO, Moch Nizar Islamudin sebagai CTO, Ananda Ratih Ayu Kumalasari sebagai COO, Rivaldo Sesar Arindha Wardhana sebagai CFO, serta Ahmad Rosyidun Nafi’ sebagai CMO.

Ketua tim, Afifani Aulida Romadhoni yang akrab disapa Fani, menjelaskan ide bisnis tersebut berangkat dari kebutuhan akan layanan event yang terintegrasi. Menurutnya, belum ada platform yang menggabungkan berbagai kebutuhan event dalam satu layanan digital.

“Masih belum ada platform yang menyediakan jasa fotografer, MUA, wedding organizer, sewa kebaya, dan event organizer dalam satu aplikasi,” ujar Fani.

Fani menuturkan, Snap and Style sebelumnya pernah mengikuti P2MW dalam kategori tahap awal dengan konsep yang masih berupa prototipe sederhana. Pada P2MW 2026, tim mengembangkan platform ke tahap bertumbuh dengan menambahkan sejumlah inovasi, termasuk fitur photobooth digital yang menyediakan berbagai frame untuk dokumentasi acara.

Kendati demikian, pengembangan platform disebut masih berada dalam tahap penyempurnaan agar sistem yang dibangun semakin kompleks dan siap digunakan secara lebih luas.

Dalam pengembangannya, Snap and Style mengusung konsep kemitraan digital. Para penyedia jasa seperti fotografer, make up artist (MUA), hingga event organizer direncanakan dapat bergabung sebagai mitra di dalam platform tersebut. Target pengguna layanan ini meliputi mahasiswa, masyarakat umum, hingga calon pengantin yang membutuhkan layanan event secara praktis dalam satu tempat.

“Modelnya mirip kayak Gojek, cuma ini versinya jasa kreatif dan berbentuk web. Jadi lebih mudah aksesnya,” kata Fani.

Selain mematangkan teknologi, tim juga mulai melakukan penjaringan mitra sebagai langkah awal membangun ekosistem bisnis digital mereka.

Dosen pembimbing tim, Alshaf Pebrianggara SE MM, menekankan bahwa proses pengembangan bisnis tidak hanya berfokus pada pembuatan aplikasi, tetapi juga pemahaman terhadap kebutuhan pasar. Ia menyebut tahapan yang dijalani mencakup validasi kebutuhan pasar, observasi perilaku konsumen, hingga penyusunan model bisnis yang realistis dan dapat dikembangkan.

“Jadi prosesnya dimulai dari validasi kebutuhan pasar, observasi perilaku konsumen, hingga bagaimana mereka menyusun model bisnis yang realistis dan scalable,” ungkapnya.

Menurut Alshaf, P2MW menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata dalam membangun bisnis digital. Ia juga menilai industri event dan fotografi digital di Indonesia masih memiliki peluang besar seiring perkembangan teknologi.