BERITA TERKINI
SMAN 2 Kendari Berlakukan Kelas Bebas Gadget untuk Tingkatkan Fokus dan Literasi

SMAN 2 Kendari Berlakukan Kelas Bebas Gadget untuk Tingkatkan Fokus dan Literasi

SMAN 2 Kendari, Sulawesi Tenggara, resmi memberlakukan kebijakan “Kelas Bebas Gadget” dengan membatasi penggunaan telepon seluler pintar (smartphone) bagi siswa selama proses belajar mengajar berlangsung di dalam kelas. Langkah ini diterapkan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan menjaga fokus siswa pada materi pelajaran.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara. Sekolah menilai pembatasan gawai diperlukan untuk menekan distraksi di ruang kelas sekaligus mengurangi ketergantungan remaja terhadap perangkat digital di lingkungan sekolah.

Untuk mendukung pelaksanaan aturan, sekolah menyediakan loker penyimpanan khusus di setiap ruang kelas. Sebelum jam pelajaran pertama dimulai, siswa diminta meletakkan ponsel mereka di loker secara mandiri. Perangkat itu kemudian baru diambil kembali setelah rangkaian kegiatan akademik di kelas selesai.

Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida, mengatakan kebijakan ini tidak sekadar melarang penggunaan ponsel, tetapi juga bertujuan membangun kembali budaya literasi yang dinilai mulai tergerus oleh konten digital instan. Menurutnya, pembatasan gawai di kelas diharapkan dapat mengurangi gangguan konsentrasi, meningkatkan fokus belajar, serta mendorong minat baca siswa.

Nur Aida menambahkan, kebijakan tersebut juga sejalan dengan regulasi yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dasar dan Menengah (Permendikdasmen), yang menekankan pentingnya menempatkan teknologi secara tepat guna agar tidak mengaburkan esensi interaksi edukatif secara langsung.

Meski demikian, sekolah tetap memberi kelonggaran penggunaan ponsel pada waktu tertentu. Siswa diperbolehkan menggunakan gawai saat jam istirahat, setelah pulang sekolah, atau dalam kondisi darurat dengan izin dan pengawasan guru mata pelajaran.

Di luar perkiraan awal yang memprediksi adanya penolakan, kebijakan ini disebut mendapat respons positif dari siswa. Sejumlah siswa mengaku merasakan suasana kelas yang lebih tenang dan interaktif tanpa kehadiran ponsel di meja belajar.

Salah satu siswi, Sitti Hadijah, menyatakan dukungannya terhadap aturan tersebut. Ia menilai pembatasan ponsel selama pembelajaran membantu siswa lebih fokus menerima materi tanpa terganggu notifikasi, panggilan masuk, maupun dorongan membuka media sosial.

Melalui penerapan kelas bebas gadget secara konsisten, SMAN 2 Kendari berharap efektivitas pembelajaran meningkat dan ruang kelas kembali menjadi wadah diskusi yang aktif, hidup, serta minim gangguan yang dapat memicu keterasingan sosial.