BERITA TERKINI
Siswi 10 Tahun dari Jakarta Menangi Apple Swift Student Challenge 2026 lewat Aplikasi Bahasa Isyarat

Siswi 10 Tahun dari Jakarta Menangi Apple Swift Student Challenge 2026 lewat Aplikasi Bahasa Isyarat

Seorang siswi berusia 10 tahun dari Jakarta, Nicole Lim, meraih gelar pemenang Apple Swift Student Challenge 2026 melalui aplikasi buatannya yang bernama HandHearted. Nicole merupakan pelajar Bina Bangsa School Jakarta. Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu pembelajaran bahasa isyarat dan ditujukan sebagai upaya mendorong komunikasi yang lebih inklusif.

Ide HandHearted berawal dari pengalaman pribadi Nicole ketika berada di lingkungan asing dan tidak menguasai bahasa yang digunakan. Ia mengaku pernah berada dalam situasi ketika tidak ada orang yang memahami bahasanya, sehingga merasa bingung dan terputus komunikasi. Pengalaman itu, menurut Nicole, membuatnya lebih memahami tantangan yang dihadapi komunitas tuli atau individu dengan keterbatasan pendengaran dalam kehidupan sehari-hari.

Perkenalan Nicole dengan pemrograman dimulai sejak kelas 5 sekolah dasar. Pada awalnya ia menganggap coding sekadar mata pelajaran wajib dan tidak terlalu diminati. Namun, seiring waktu, ketertarikannya tumbuh setelah ia memahami cara kerja kode dan mulai mengikuti berbagai kompetisi teknologi. Ia juga mempelajari sejumlah bahasa pemrograman, seperti HTML dan C++, sebelum akhirnya merasa cocok dengan Swift, bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Apple.

HandHearted dikembangkan sebagai platform pembelajaran American Sign Language (ASL) dengan pendekatan interaktif. Pengguna diajak mempelajari alfabet bahasa isyarat melalui visualisasi, lalu mempraktikkan gerakan tangan. Salah satu fitur utamanya memungkinkan aplikasi menangkap gerakan tangan pengguna secara real-time melalui kamera ponsel. Pengguna dapat menekan tombol “Capture & Predict” untuk mengetahui apakah gerakan yang dilakukan sudah tepat.

Nicole juga menambahkan sentuhan personal dengan menggambar sendiri ilustrasi untuk setiap alfabet bahasa isyarat yang ditampilkan dalam aplikasi. Di balik fitur pengenalan gerakan, HandHearted memanfaatkan teknologi machine learning agar dapat mengenali gerakan tangan pengguna. Nicole menyebut pengembangan bagian ini sebagai tantangan terbesar selama mengikuti kompetisi.

Ia mengatakan ini merupakan pengalaman pertamanya bekerja dengan machine learning. Dalam prosesnya, ia mengalami kegagalan berulang kali dan sempat hampir menyerah, tetapi terus mencoba hingga aplikasi dapat berjalan menjelang tenggat pengumpulan. Nicole juga mengungkapkan bahwa ia memanfaatkan bantuan AI seperti ChatGPT untuk memahami pesan kesalahan pada kode dan memperoleh panduan perbaikan, terutama saat mengintegrasikan machine learning ke dalam aplikasi.

Kemenangan di Apple Swift Student Challenge 2026 disebut Nicole sebagai sesuatu yang sempat sulit dipercaya. Ia mengaku harus memeriksa ulang pengumuman tersebut beberapa kali sebelum yakin. Meski demikian, ia menekankan bahwa pengalaman belajar dan proses yang dijalani lebih berharga daripada penghargaan semata. Nicole juga berusaha tidak membebani dirinya dalam kompetisi, dengan mengingatkan diri bahwa ia bersaing terutama dengan dirinya sendiri.

Ke depan, Nicole berencana mengembangkan HandHearted agar mendukung lebih banyak bahasa isyarat, termasuk Bahasa Isyarat Indonesia. Ia juga ingin membuat lebih banyak bagan alfabet untuk bahasa lain, dan menyatakan akan tetap menggambar ilustrasinya sendiri.

Melalui pengalamannya, Nicole berharap dapat mendorong generasi muda Indonesia untuk mulai belajar coding dan berani mengikuti kompetisi. Ia menyampaikan pesan agar membuat sesuatu yang bermakna bagi diri sendiri, serta tidak menyerah meski proses pengembangan penuh tantangan.