BANTUL — Siswa kelas XI FD 2 MAN 1 Bantul mengikuti praktik pemrograman mobile menggunakan platform MIT App Inventor di laboratorium komputer madrasah, Rabu (4/2/2026). Materi yang dipelajari berfokus pada penerapan logika “IF bersarang” (nested IF) untuk membuat sistem penentuan kriteria nilai siswa secara otomatis.
Dalam sesi praktik, siswa menyusun blok-blok kode untuk mengklasifikasikan nilai angka ke dalam predikat tertentu secara akurat. MIT App Inventor digunakan sebagai media pembelajaran karena menyediakan antarmuka visual interaktif yang membantu siswa memahami logika pemrograman.
Antusiasme terlihat saat siswa mencoba menjalankan aplikasi yang mereka rancang melalui perangkat masing-masing. Dengan pendampingan guru Informatika, mereka mempelajari pentingnya ketelitian dalam menyusun algoritma agar aplikasi dapat berfungsi sesuai tujuan.
“Sangat seru ketika aplikasinya berhasil menentukan kriteria nilai dengan benar. Ini membuat kami merasa seperti pengembang aplikasi sungguhan,” ujar Hariyo, salah satu siswa kelas XI FD 2.
Kepala MAN 1 Bantul mengapresiasi capaian teknis para siswa. Ia menilai kemampuan merancang aplikasi menjadi wujud nyata tagline madrasah, CADAS BERKELAS.
“Siswa yang mampu merancang aplikasi adalah bukti bahwa mereka adalah pribadi yang CADAS BERKELAS. Mereka tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tapi mulai menjadi pencipta solusi digital,” tuturnya.
Melalui praktik ini, MAN 1 Bantul berharap siswa memiliki bekal keterampilan digital yang kompetitif. Penguasaan logika pemrograman sejak di bangku madrasah diharapkan dapat mendukung lahirnya generasi inovator yang siap berkontribusi di era ekonomi digital.