Pemerintah Singapura meluncurkan gerakan nasional untuk membantu keluarga membangun kebiasaan digital yang sehat pada anak-anak dengan mengurangi waktu penggunaan layar gawai sejak usia dini.
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong pada Ahad (1/6/2026) meresmikan kampanye bertajuk Screen Smart From The Start. Peluncuran program ini diumumkan melalui pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Singapura.
Wong menyatakan pemerintah akan menyediakan berbagai sumber daya bagi orang tua agar dapat menanamkan kebiasaan digital yang sehat sejak anak masih kecil. Salah satu upaya yang disiapkan adalah portal Be Screen Smart, yang berisi panduan dan kiat penggunaan perangkat digital untuk anak-anak dan remaja.
Dalam portal tersebut, panduan dibagi berdasarkan tiga kelompok usia, yakni 0–6 tahun, 7–12 tahun, dan 13–18 tahun. Orang tua dapat mempelajari cara memilih konten yang sesuai, melindungi anak dari konten daring yang tidak layak, serta menetapkan aturan keluarga terkait penggunaan perangkat digital.
Wong menilai tantangan yang dihadapi orang tua saat ini lebih kompleks dibandingkan masa lalu, ketika kekhawatiran lebih banyak tertuju pada komik, televisi, atau permainan video. Menurut dia, teknologi digital kini lebih intens karena dirancang dengan fitur yang dapat menimbulkan kecanduan, sekaligus membuka peluang paparan terhadap konten dan interaksi daring yang berpotensi berbahaya.
Ia juga menyarankan keluarga menerapkan kebiasaan sederhana, seperti tidak menggunakan ponsel saat makan bersama dan menghindari penggunaan ponsel di kamar tidur. Menurutnya, langkah ini penting karena orang tua akan lebih sulit mengawasi penggunaan perangkat oleh anak hingga larut malam.
Selain itu, Wong mengimbau agar orang tua menunda pemberian ponsel pintar kepada anak selama mungkin.
Portal Be Screen Smart juga akan memuat daftar aktivitas luring yang mudah diakses keluarga dengan anak-anak dari berbagai kelompok usia, terutama selama masa liburan sekolah pada Juni mendatang.