Deepak Kumar (30), seorang warga India yang bekerja sebagai satpam di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) India di New Delhi, mempelajari Bahasa Indonesia secara otodidak dengan memanfaatkan internet dan aplikasi penerjemah. Ia belajar baik secara lisan maupun tulisan, berangkat dari rasa penasaran saat sering bertemu dan berinteraksi dengan warga Indonesia di India.
Deepak menuturkan, proses belajarnya dimulai dari kebiasaan mendengarkan percakapan orang-orang Indonesia di sekitarnya. Kata atau ungkapan yang belum ia pahami kemudian ia cari artinya melalui Google dan aplikasi penerjemah. Ia mengaku sebelumnya tidak menguasai bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia, sehingga ia menambah kosakata secara bertahap, satu kata demi satu kata setiap hari.
Menurut Deepak, pembelajaran yang ia jalani lebih banyak menggunakan pendekatan budaya, sementara porsi mempelajari tata bahasa ia lakukan dalam jumlah terbatas. “Grammar ada kecil-kecil,” ujarnya saat ditemui di KBRI India, New Delhi, Jumat (5/6/2026).
Ia berharap kemampuan berbahasa Indonesia dapat membawanya pada peluang karier yang lebih baik. Deepak menyampaikan keinginannya untuk menjadi penerjemah apabila telah menguasai Bahasa Indonesia sepenuhnya.
Selain berkomunikasi langsung, Deepak juga aktif di media sosial dengan nama akun @deepnesia. Melalui akun tersebut, ia menuliskan aktivitasnya sebagai anggota Partai Kecoa, sebuah komunitas anak muda berbasis internet di India.