Bulan Ramadan kerap diikuti peningkatan aktivitas belanja rumah tangga, mulai dari menyiapkan stok bahan untuk sahur dan berbuka hingga kebutuhan menu jelang Lebaran. Namun, kondisi ini juga memunculkan tantangan baru di banyak keluarga, seperti bahan makanan yang menumpuk, terlupa digunakan, dan akhirnya terbuang.
Menjawab kebutuhan tersebut, Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan Kulkas Bespoke AI yang dilengkapi Family Hub™ serta teknologi SpaceMax™. Perangkat ini diposisikan bukan hanya sebagai lemari pendingin, melainkan pusat manajemen makanan untuk membantu keluarga mengatur persediaan lebih rapi selama Ramadan.
Dalam acara “Beranda: Siap Lebih Awal Menyambut Ramadan”, Samsung mengajak keluarga Indonesia lebih cerdas dalam mengelola stok bahan makanan. Risa Rismayanti, Refrigerator Product Marketing Samsung Electronics Indonesia, mengatakan lini Kulkas Bespoke AI ditujukan untuk membantu perencanaan belanja. “Melalui jajaran lini Kulkas Bespoke AI dari Samsung Electronics Indonesia, kami menghadirkan solusi dapur cerdas yang membantu keluarga merencanakan belanja lebih akurat, memantau stok dan masa simpan bahan makanan, serta mengurangi food waste agar pengeluaran lebih terkontrol,” ujarnya.
Dari sisi kapasitas, teknologi SpaceMax™ memungkinkan dinding kulkas dibuat lebih ramping tanpa mengurangi ukuran luar, sehingga ruang penyimpanan di dalam menjadi lebih luas. Varian RS90 disebut memiliki kapasitas hingga 641 liter, sedangkan RS57 mencapai 603 liter. Dengan ruang simpan yang besar, belanja mingguan dalam jumlah banyak dapat ditata tanpa terasa penuh.
Untuk menjaga kesegaran, sistem All Around Cooling diklaim menyebarkan udara dingin secara merata ke setiap sudut rak. Dengan suhu yang stabil, kualitas bahan makanan dapat terjaga dan frekuensi belanja berpotensi dikurangi.
Samsung juga menonjolkan fitur Family Hub™ yang terintegrasi dengan SmartThings. Melalui View Inside dan SmartThings Food, pengguna dapat memantau isi kulkas dari smartphone, termasuk saat berada di supermarket, sehingga belanja bisa lebih terencana.
Fitur lain yang disematkan adalah Smart Recipe, yang memberikan rekomendasi resep berdasarkan bahan yang tersedia di dalam kulkas. Dalam acara tersebut, Jesselyn Lauwreen, pemenang MasterChef Indonesia, turut membagikan inspirasi memasak, termasuk tips menyiapkan nugget homemade yang praktis dan dapat tahan lebih lama jika disimpan dengan benar.
Untuk aspek konsumsi listrik, Kulkas Bespoke AI dilengkapi AI Energy Mode yang terhubung dengan SmartThings Energy. Fitur ini digunakan untuk memantau dan mengoptimalkan penggunaan listrik secara real-time dengan menyesuaikan kecepatan kompresor dan siklus pencairan es berdasarkan pola penggunaan. Pengguna juga dapat membandingkan konsumsi bulanan serta menerima notifikasi ketika penggunaan mendekati target.
Dari sisi kemudahan penggunaan di dapur, tersedia fitur Auto Open Door yang memungkinkan pintu terbuka dengan sentuhan ringan atau perintah suara melalui Bixby. Samsung menyebut fitur ini dapat membantu menjaga kebersihan karena mengurangi kebutuhan menyentuh gagang pintu secara langsung.
Dengan kombinasi kapasitas besar, sistem pendinginan, konektivitas, serta fitur efisiensi energi, Samsung menilai Kulkas Bespoke AI relevan untuk membantu keluarga modern mengelola penyimpanan makanan, terutama di periode Ramadan.