BERITA TERKINI
Samsung Galaxy S26 Ultra Lebih Tipis, Bawa Pengisian 60W dan Fitur AI Agentic

Samsung Galaxy S26 Ultra Lebih Tipis, Bawa Pengisian 60W dan Fitur AI Agentic

Samsung memperkenalkan Galaxy S26 Ultra dengan serangkaian pembaruan yang lebih terarah. Model Ultra terbaru ini tidak hanya menonjolkan peningkatan spesifikasi, tetapi juga membawa penguatan pada kecerdasan buatan (AI), kemampuan videografi, serta penyempurnaan hardware di sejumlah sisi.

Meski dari luar terlihat seperti pembaruan kecil, sejumlah detail pada Galaxy S26 Ultra disebut membuatnya tetap menarik di kelas flagship. Ponsel ini hadir dengan fokus pada pengalaman penggunaan, mulai dari desain yang lebih ramping hingga fitur privasi yang terintegrasi.

Lebih tipis dengan ketebalan 7,9 mm
Galaxy S26 Ultra diklaim menjadi ponsel paling tipis yang pernah dirilis Samsung, dengan ketebalan 7,9 mm. Di segmen flagship yang umumnya identik dengan bodi besar dan modul kamera mumpuni, upaya menipiskan perangkat tanpa mengorbankan kapasitas baterai maupun sistem pendinginan menjadi salah satu sorotan. Samsung menyebut perangkat ini tetap membawa hardware kelas atas tanpa mengurangi kapasitas baterainya.

Super Fast Charging 3.0 dengan charger 60W
Di sektor pengisian daya, Galaxy S26 Ultra kini mendukung Super Fast Charging 3.0 menggunakan charger 60W terbaru. Dengan peningkatan ini, baterai disebut dapat terisi hingga 75 persen dalam 30 menit. Samsung menilai kecepatan tersebut dipilih sebagai titik seimbang antara pengisian cepat dan daya tahan baterai dalam jangka panjang, di tengah tren industri yang mendorong angka pengisian jauh lebih tinggi.

Layar privasi terintegrasi
Salah satu fitur yang dibawa Galaxy S26 Ultra adalah Layar Privasi terintegrasi. Fitur ini menggabungkan filter hardware dan kontrol software untuk membatasi sudut pandang layar, sehingga konten menjadi lebih sulit dilihat dari sisi. Berbeda dari pelindung layar privasi yang dipasang terpisah, fitur ini sudah tertanam di perangkat dan dapat diaktifkan atau dinonaktifkan sesuai kebutuhan, terutama bagi pengguna yang sering bekerja di ruang publik.

Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy
Galaxy S26 Ultra ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dioptimalkan khusus untuk Galaxy. Peningkatan performa tidak hanya diarahkan pada skor benchmark, tetapi juga kestabilan kinerja untuk beban kerja berkelanjutan seperti gaming, perekaman video 4K hingga 8K, serta pemrosesan fotografi berbasis AI yang berjalan di latar belakang. Samsung juga menyebut sistem manajemen termal ikut ditingkatkan agar tetap optimal meski bodi perangkat lebih ramping.

Agentic AI dan pembaruan fitur berbasis AI
Samsung memperkenalkan Agentic AI sebagai fase AI yang lebih proaktif. Alih-alih menunggu perintah, sistem ini dirancang untuk memprediksi kebutuhan pengguna dan memberi bantuan secara kontekstual. Agentic AI menghadirkan dua fitur, yakni Now Nudge untuk rekomendasi di momen relevan dan Now Brief yang menyajikan ringkasan serta pembaruan real-time sepanjang hari.

Bixby juga disebut ditingkatkan menjadi asisten yang lebih komunikatif, memungkinkan pengguna mengatur setelan, menavigasi menu, hingga mengelola tugas dengan bahasa alami. Selain itu, Samsung memperluas Circle to Search dan memperdalam integrasi dengan platform AI seperti Gemini dan Perplexity AI. Fitur pengeditan foto berbasis AI juga disempurnakan, termasuk penghapusan objek, pengisian generatif, dan penyesuaian scene agar hasilnya lebih halus.

Peningkatan kamera dan dukungan standar APV
Pada sektor kamera, Galaxy S26 Ultra dibekali bukaan lensa yang lebih lebar pada beberapa kamera untuk meningkatkan kualitas foto di kondisi minim cahaya. Hasil pemotretan malam hari diklaim lebih terang dan bersih.

Untuk video, Nightography Video disebut mengalami peningkatan dalam menjaga kejernihan di lingkungan gelap, mengurangi noise, serta mempertahankan detail saat perekaman malam hari. Stabilisasi juga ditingkatkan melalui teknologi Super Steady terbaru yang membantu meredam guncangan tanpa memangkas frame secara berlebihan.

Menariknya, Galaxy S26 Ultra menjadi smartphone Galaxy pertama yang mendukung standar Advanced Professional Video (APV). Teknologi ini memungkinkan kompresi lebih efisien dengan kualitas tinggi, sehingga ditujukan bagi kreator konten yang menginginkan hasil profesional dengan ukuran file lebih terkendali.

Kamera depan turut mendapat peningkatan melalui AI ISP, yang diklaim mampu menghasilkan warna kulit lebih natural dan detail yang lebih terjaga, terutama saat pencahayaan campuran.