BERITA TERKINI
Sam Altman: OpenAI Seharusnya Jadi Perusahaan Besar Pertama yang Dipimpin CEO AI

Sam Altman: OpenAI Seharusnya Jadi Perusahaan Besar Pertama yang Dipimpin CEO AI

CEO OpenAI Sam Altman memprediksi era perusahaan yang dipimpin langsung oleh kecerdasan buatan (AI) semakin dekat. Ia bahkan berharap OpenAI menjadi perusahaan besar pertama di dunia yang dijalankan oleh AI sebagai “bos” yang mengambil keputusan layaknya CEO.

Dalam podcast Conversations with Tyler yang dirilis baru-baru ini, Altman mengatakan akan “cukup memalukan” bagi perusahaan seperti OpenAI jika bukan yang pertama menerapkan kepemimpinan CEO AI. Menurutnya, AI pada dasarnya dapat bekerja lebih efisien dibanding manusia.

Altman menilai keunggulan AI terletak pada kemampuan menganalisis data dalam skala besar dan mengambil keputusan secara objektif dan efisien. Ia membandingkannya dengan CEO manusia yang dinilai kerap dipengaruhi emosi atau bias pribadi.

Meski demikian, Altman mengakui posisi CEO juga memiliki peran penting di hadapan publik, terutama bagi OpenAI yang sering menjadi sorotan. Karena itu, ia membayangkan skenario di mana CEO AI memimpin perusahaan dan menghasilkan keputusan strategis, sementara dirinya menjadi wajah perusahaan yang lebih sering tampil di ruang publik, semacam “pendamping” CEO.

Altman menambahkan, hambatan terbesar menuju era CEO AI bukan terletak pada teknologi, melainkan pada penerimaan manusia. Ia menilai masyarakat membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa nyaman dengan kondisi ketika perusahaan dipimpin AI, meski ia percaya kepercayaan itu akan tumbuh seiring keyakinan bahwa AI mampu mengambil keputusan lebih baik.

Altman tidak menyebut kapan OpenAI akan dipimpin CEO AI. Namun ia memperkirakan dalam beberapa tahun ke depan, perusahaan dapat dijalankan oleh AI nyaris sepenuhnya, sekitar 85 persen, dan memperkirakan hal itu akan terjadi dalam waktu kurang dari 10 tahun.

Ia juga memprediksi akan muncul perusahaan besar yang cukup dijalankan oleh dua atau tiga orang, sementara sisanya dibantu AI. Altman menyebut perubahan tersebut bisa terjadi lebih cepat dari 2,5 tahun dari sekarang.