BERITA TERKINI
Riset Tempe Multibiji Unika Atma Jaya Masuk Sorotan WURI 2026

Riset Tempe Multibiji Unika Atma Jaya Masuk Sorotan WURI 2026

Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya meraih perhatian internasional melalui ajang World University Rankings for Innovation (WURI) 2026. Pengakuan tersebut diberikan atas inovasi riset kampus di bidang pangan dan kesehatan.

Dalam pengumuman yang disampaikan di National Chi Nan University (NCNU), Taiwan, pada 7 Mei 2026, Unika Atma Jaya masuk dalam daftar Top Global 500 WURI 2026. Kampus ini juga menembus Top 100 dunia pada kategori Representative Research Project (C1) dan Financial Impact-Driven Technology Transfer (C8).

WURI merupakan pemeringkatan internasional yang menilai kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri. Penilaian mencakup sejumlah aspek, mulai dari pendidikan, penelitian, teknologi, kewirausahaan, hingga keterlibatan sosial.

Salah satu inovasi yang menjadi sorotan berasal dari penelitian pengembangan tempe berbahan campuran biji bunga matahari, kedelai, biji labu, dan kacang adzuki. Riset tersebut dikembangkan untuk mendukung fungsi kognitif pada kelompok lanjut usia (lansia).

Pengembangan itu diarahkan untuk menghasilkan produk tempe dan probiotik yang lebih praktis serta fleksibel digunakan. Tujuannya adalah mendukung kesehatan kognitif lansia tanpa mengurangi manfaat nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Wakil Rektor Bidang Inovasi, Penelitian, Kerja Sama dan Alumni Unika Atma Jaya, Yanti, Ph.D., menyatakan pencapaian tersebut menjadi dorongan untuk terus menghasilkan penelitian yang relevan dan berdampak luas. “Capaian ini menjadi pengakuan atas inovasi perguruan tinggi Indonesia yang mampu menjadi solusi bagi tantangan global,” ujarnya, dikutip Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut Yanti, penelitian tidak semestinya berhenti pada publikasi ilmiah. Ia menekankan riset juga diharapkan menghasilkan inovasi berkelanjutan serta memberikan dampak sosial. “Bagi Unika Atma Jaya, penelitian tidak berhenti pada jurnal dan publikasi, tetapi harus bisa memberikan dampak sosial dan melahirkan inovasi berkelanjutan,” tuturnya.

Selain riset tempe multibiji, Unika Atma Jaya juga mengangkat inovasi teknologi berbasis bakteriofag untuk industri pangan dan akuakultur. Penelitian tersebut difokuskan untuk membantu pengendalian patogen pada sektor pangan dan budidaya skala besar.