Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, mengumumkan rencana restorasi jaringan Palapa Ring Tengah yang berdampak pada terputusnya layanan internet sementara di wilayah tersebut.
Sekretaris Dinas Kominfo Sitaro, Stenli Tukunang, mengatakan pengumuman itu merujuk pada surat dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Dalam surat tersebut, Komdigi dan BAKTI menyampaikan akan menyiapkan langkah mitigasi guna menjaga layanan komunikasi dan internet bagi masyarakat di Sitaro dan Kepulauan Sangihe.
Menurut Tukunang, restorasi dilakukan menyusul gangguan partial cut pada kabel serat optik bawah laut jaringan Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane milik BAKTI. Kondisi ini menyebabkan jaringan internet di wilayah terdampak akan terputus sementara selama proses pemulihan.
“Sehingga untuk sementara waktu jaringan internet akan terputus dan akan menjalani proses restorasi mulai 28 Mei hingga 2 Juni 2026,” kata Tukunang dalam keterangan tertulis di Manado, Kamis.
Ia menambahkan, pemulihan konektivitas internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dinilai penting, khususnya bagi Kepulauan Sitaro, mengingat penggunaan internet mendukung berbagai sektor.
Informasi tersebut, kata dia, tercantum dalam surat pemberitahuan resmi BAKTI Nomor 092/BAKTI.31/UM.01.01/05/2026 tertanggal 27 Mei 2026 yang ditujukan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Sitaro dan Bupati Kepulauan Sangihe.
Tukunang juga menyampaikan bahwa surat dari Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Indra Maulana, menegaskan konektivitas digital di wilayah kepulauan dan perbatasan merupakan infrastruktur vital yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.
Dalam keterangan Kementerian Komdigi, pemerintah menyatakan tidak ingin masyarakat di wilayah kepulauan mengalami gangguan komunikasi berkepanjangan. Karena itu, seluruh tahapan restorasi disebut akan dipantau secara intensif dan layanan prioritas disiapkan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Konektivitas di wilayah perbatasan, menurut keterangan tersebut, menopang berbagai layanan penting, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan digital, transaksi ekonomi masyarakat, hingga komunikasi kebencanaan.
Pemkab Sitaro juga menguraikan bahwa proses restorasi kembali dilanjutkan setelah kesiapan teknis kapal penggelaran kabel fiber optik Pacific Guardian dinyatakan siap melaksanakan operasi pemulihan jaringan.