Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Prof Dr Muchlas MT menegaskan kampusnya tetap memprioritaskan pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi, meski pemerintah mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, fokus utama UAD tetap pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Muchlas saat menanggapi arahan pemerintah terkait pengelolaan SPPG dalam program MBG. Ia menyebut arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi untuk aktif mendukung program strategis nasional. Namun, UAD memilih mengambil peran yang selaras dengan kapasitas akademik kampus.
Muchlas mengatakan UAD tetap berkontribusi melalui riset, inovasi pangan, serta pengabdian masyarakat yang selama ini telah berjalan. Ia menjelaskan, UAD aktif melakukan penelitian terkait pangan lokal, pencegahan stunting, hingga inovasi makanan sehat melalui berbagai program akademik.
Program tersebut, kata dia, dijalankan oleh Program Studi Teknologi Pangan, Gizi, dan Bisnis Jasa Makanan, terutama di wilayah Gunungkidul dan Kulon Progo. Muchlas menilai kontribusi kampus perlu tetap linier dengan misi akademik dan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, UAD melalui Ahmad Dahlan Halal Center juga melakukan pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperoleh sertifikasi halal. Muchlas menyebut langkah tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha kecil agar lebih berdaya saing dan siap berkembang.
Upaya tersebut turut mengantarkan UAD meraih penghargaan Best Halal Innovation on Academic Achievement dalam ajang Indonesia Halal Industry Award 2024 dari Kementerian Perindustrian RI.
Muchlas menambahkan, UAD akan terus memperkuat kualitas riset, pengabdian, dan inovasi akademik di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan zaman. Ia menegaskan kampus harus tetap menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi bagi masyarakat.