LONDON — Lebih dari 900 orang menandatangani surat terbuka yang menyerukan penghentian pengembangan kecerdasan buatan (AI) super. Sejumlah nama publik tercantum sebagai penandatangan, di antaranya Pangeran Harry dari Inggris dan istrinya Meghan Markle, mantan penasihat presiden Amerika Serikat Steve Bannon, serta salah satu pendiri Apple Steve Wozniak.
Dalam pernyataannya, surat tersebut meminta diberlakukannya larangan pengembangan super-AI dan menegaskan larangan itu tidak dicabut sampai ada konsensus ilmiah yang luas bahwa pengembangan dapat dilakukan secara aman dan terkendali, serta memperoleh dukungan publik yang kuat.
Disebutkan, total penandatangan mencapai 973 orang. Mereka mencakup lima peraih Nobel, penasihat Paus untuk teknologi dan AI, profesor universitas, politisi, mantan Presiden Irlandia Mary Robinson, miliarder Inggris Richard Branson, aktor Stephen Fry, rapper Will.I.am, serta penyanyi Grimes yang juga dikenal sebagai mantan pasangan Elon Musk.
Surat terbuka itu turut menyoroti berbagai risiko yang dinilai dapat ditimbulkan oleh super-AI, mulai dari dampak terhadap ekonomi dan pekerjaan, hilangnya kebebasan, ancaman terhadap keamanan nasional, hingga potensi kepunahan manusia.