Nama Purbaya dan istilah “Bapak MBG” menjadi perbincangan di platform X menyusul polemik pengadaan sepeda motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Perdebatan di ruang publik mengemuka, terutama terkait prioritas anggaran dan urgensi belanja pendukung di tengah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Purbaya menyatakan tidak mengetahui rencana pembelian puluhan ribu motor listrik tersebut. Ia juga menyebut usulan serupa sempat diajukan pada tahun lalu, termasuk pengadaan komputer, namun ditolak karena dinilai bukan prioritas. Menurutnya, anggaran program MBG seharusnya difokuskan pada kebutuhan utama, yakni penyediaan makanan.
Di sisi lain, julukan “Bapak MBG” ramai disematkan kepada Prabowo Subianto, yang mencerminkan kuatnya asosiasi publik terhadap program tersebut.
Menanggapi polemik, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa harga motor listrik yang dibeli sebesar Rp42 juta per unit. Ia menyebut angka itu lebih rendah dibandingkan harga pasar yang disebut sekitar Rp52 juta.
Hingga kini, diskusi di media sosial masih berlanjut dengan sorotan pada penentuan prioritas belanja dalam pelaksanaan program strategis tersebut.