Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak menggelar sosialisasi aplikasi e-proker (Elektronik Program Kerja) pada 9 April 2026 sebagai langkah mempercepat transformasi digital dan memperkuat tata kelola organisasi. Kegiatan ini diikuti seluruh aparatur PTA Pontianak dan diarahkan untuk memodernisasi sistem perencanaan yang sebelumnya masih dilakukan secara konvensional.
Kepala Subbagian Perencanaan PTA Pontianak, Roni Kurniawan, menjelaskan bahwa penyusunan program kerja selama ini masih mengandalkan proses manual menggunakan Excel. Menurutnya, metode tersebut kerap memunculkan kendala teknis, mulai dari pengumpulan data, perekapan, hingga monitoring kegiatan yang memerlukan waktu lama dan sulit dipantau secara terpusat. “Hadirnya e-proker adalah jawaban atas tantangan tersebut. Kita beralih dari tumpukan file Excel menuju sistem yang terintegrasi, sehingga setiap tahapan perencanaan menjadi lebih terukur,” ujar Roni.
Roni memaparkan, e-proker dirancang dengan menitikberatkan kemudahan penggunaan dan akurasi data. Aplikasi ini memiliki empat fitur utama, yakni penyusunan program kerja dengan validasi berjenjang sesuai struktur organisasi, dashboard realtime untuk menampilkan capaian dan progres secara langsung, fitur monitoring dan evaluasi (monev) untuk memudahkan pemantauan target kinerja, serta detail jadwal kegiatan berupa kalender terperinci guna menghindari tumpang tindih agenda.
Ia menambahkan, e-proker tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu teknis, tetapi juga menjadi instrumen dalam pembangunan Zona Integritas (ZI) di PTA Pontianak. Melalui sistem tersebut, prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi diharapkan dapat diterapkan melalui manajemen kerja berbasis data.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi teknis yang dipandu Azizul Hakimin. Dalam sesi ini, para pegawai diajak melihat alur penggunaan sistem, mulai dari penginputan draf program kerja hingga proses validasi akhir.
Melalui implementasi e-proker, PTA Pontianak menargetkan penyusunan rencana kerja yang lebih berkualitas, selaras, dan mudah dievaluasi, guna mendukung pencapaian target kinerja organisasi pada 2026.