BERITA TERKINI
Psikolog Caca Tengker Bagikan 5 Cara Mendampingi Anak Menggunakan Internet dengan Bijak

Psikolog Caca Tengker Bagikan 5 Cara Mendampingi Anak Menggunakan Internet dengan Bijak

Perkembangan dunia digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses internet dan media sosial. Salah satu platform yang kerap digunakan adalah YouTube, baik untuk hiburan maupun membantu pembelajaran di sekolah.

Survei Ipsos di Indonesia mencatat, 81 persen orang tua setuju bahwa YouTube merupakan sumber penting bagi pembelajaran dan pendidikan anak. Di tengah kondisi tersebut, psikolog klinis sekaligus ibu dua anak, Caca Tengker, mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak bertumbuh di era digital.

Menurut Caca, tugas orang tua bukan menjauhkan anak dari teknologi, melainkan membantu anak membangun hubungan yang sehat dengan teknologi. “Teknologi adalah bagian dari realitas yang dihadapi anak-anak saat ini. Karena itu, fokus kita bukan sekadar membatasi penggunaan gadget, tetapi membantu anak memahami cara menggunakannya dengan tujuan yang jelas, mengenali batasannya, dan tetap memiliki keseimbangan dengan aktivitas di dunia nyata,” kata Caca dalam acara #AKSIDIGITAL: Ruang Tumbuh Keluarga Indonesia bersama Google Indonesia di Jakarta Selatan, belum lama ini.

Ia menekankan pendampingan dan komunikasi terbuka sebagai kunci. Caca juga mengingatkan orang tua untuk memahami kebutuhan pribadi sebelum mengenalkan dunia digital kepada anak. Menurutnya, media digital sebaiknya tidak digunakan semata sebagai hiburan hingga membuat teknologi terasa lebih menarik dibanding interaksi dengan orang tua. “Kita sebagai orang tua tetap menjadi sumber informasi utama anak. Tapi YouTube bisa menjadi pendukung kecakapan mereka di dunia digital,” ujarnya.

Dalam mendampingi anak menggunakan internet, Caca menerapkan kerangka THINK (True, Helpful, Inspiring, Necessary, Kind) untuk membantu anak menilai konten secara lebih bijak. Berikut lima pendekatan yang ia jelaskan:

1. True
Orang tua mengajak anak mempertanyakan kebenaran konten yang dilihat. Caca menyarankan untuk memancing penalaran anak dengan pertanyaan sederhana seperti, “Apakah itu benar?” agar anak terbiasa menilai informasi.

2. Helpful
Pendekatan ini bertujuan melatih empati. Orang tua dapat mengajak anak menilai apakah konten yang ditonton mengandung kebaikan atau bermanfaat bagi orang lain.

3. Inspiring
Orang tua membantu anak melihat apakah konten yang ditonton memberi manfaat, misalnya mendorong keinginan belajar atau menginspirasi orang lain untuk belajar.

4. Necessary
Fokusnya pada kemampuan anak menilai apakah suatu konten penting untuk ditonton. Kebiasaan ini dapat dibangun melalui pendampingan saat memilih tontonan.

5. Kind
Orang tua mengajak anak menilai apakah konten yang ditonton atau disajikan bersifat baik atau tidak. Bagian ini juga berkaitan dengan penguatan empati anak ketika beraktivitas di ruang digital.

Selain itu, Caca menilai pengenalan dunia digital perlu disesuaikan dengan usia anak. Ia juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan agar anak tetap terlindungi saat menggunakan internet. “Memberikan perlindungan dan kepercayaan pada anak terkait dunia digital perlu disesuaikan dengan usianya. Lalu, berikan pengertian kalau anak sudah percaya sama kita,” kata Caca.

Bagi orang tua yang memutuskan mengenalkan internet sejak dini, Caca mengingatkan pentingnya memanfaatkan fitur keamanan yang tersedia. Ia mencontohkan YouTube yang memiliki sejumlah fitur untuk membantu orang tua mengontrol penggunaan gadget anak.