Fenomena anak yang terjebak dalam lingkaran kecanduan gadget menjadi tantangan besar bagi orang tua. Sejumlah psikolog menilai, upaya membatasi akses anak terhadap platform digital tidak akan efektif jika tidak disertai kegiatan pengganti yang menarik di dunia nyata.
Psikolog Rose Mini Agoes Salim mengatakan orang tua perlu aktif dan kreatif agar anak tidak terus-menerus berpaling ke layar gawai. Menurutnya, pembatasan semata tidak cukup tanpa alternatif aktivitas yang membuat anak terlibat secara langsung.
Ia menyarankan orang tua merancang kesibukan interaktif untuk mengalihkan perhatian anak dari gadget. Beberapa contoh kegiatan yang bisa dilakukan antara lain membuat kerajinan tangan, menyusun cerita, serta mengeksplorasi topik sesuai minat anak. Proyek semacam ini dinilai dapat membuat anak merasa tertantang.
Selain itu, orang tua juga dapat mengajak anak berolahraga di luar ruangan, seperti bermain sepak bola atau bola basket. Aktivitas fisik tersebut dinilai cocok bagi anak usia sekolah dasar yang berada dalam fase aktif bergerak.
Psikolog anak Alva Paramitha menambahkan, anak-anak perlu memiliki ruang ekspresi agar tidak terjebak pada kebiasaan mengonsumsi konten secara pasif, misalnya terus-menerus melakukan scrolling media sosial. Karena itu, kegiatan yang mendorong anak berkreasi dan bergerak dapat menjadi pilihan untuk membantu mengurangi ketergantungan pada gawai.