Samarinda — Program Gratispol Internet Desa milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih menyisakan sejumlah wilayah yang belum terlayani. Hingga pertengahan 2026, dari total 841 desa, sebanyak 804 desa dilaporkan sudah terpasang jaringan internet.
Sementara itu, 38 desa lainnya belum bisa menikmati layanan karena terkendala ketersediaan listrik. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal mengatakan hambatan utama percepatan program saat ini bukan lagi pada jaringan, melainkan pasokan listrik di daerah terpencil.
“Dari total 841 desa, 804 sudah terpasang. Sisanya 38 desa memang masih menunggu anggaran perubahan dan ada juga yang terkendala karena listriknya memang belum ada,” kata Faisal.
Menurutnya, pemasangan internet tidak dapat dipaksakan apabila tidak ada sumber listrik untuk mengoperasikan perangkat jaringan. “Kalau listrik tidak ada bagaimana caranya pasang internet? Itu yang jadi persoalan,” ujarnya.
Untuk menuntaskan desa yang belum terjangkau, Pemprov Kaltim menyiapkan tambahan anggaran sekitar Rp5 miliar melalui APBD Perubahan 2026. Dana tersebut diharapkan dapat mempercepat pemasangan jaringan di wilayah tersisa.
“Pak Gubernur kasih sekitar Rp5 miliar untuk anggaran perubahan. Mudah-mudahan cukup. Kita maksimalkan,” tutur Faisal.
Ia menyebut percepatan program dilakukan di tengah pengetatan anggaran pemerintah. Meski begitu, Diskominfo Kaltim tetap optimistis program internet desa gratis dapat berjalan sesuai target. “Insyaallah tetap jalan walaupun anggaran makin ketat,” katanya.
Faisal juga menegaskan, kewenangan Diskominfo terbatas pada penyediaan jaringan dan layanan internet. Adapun persoalan listrik berada di luar kewenangan instansinya sehingga penyelesaian program bergantung pada percepatan elektrifikasi oleh PLN di wilayah pedalaman dan terpencil.
“Kominfo hanya jaringan dan internetnya. Kalau listrik bukan kewenangan kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, target pemerataan listrik di Kaltim disebut dipercepat dari semula 2030 menjadi 2027–2028. Jika pasokan listrik tersedia, pemasangan internet di desa-desa tersisa bisa segera dilakukan.
“PLN targetnya 2027–2028 bebas listrik. Mudah-mudahan 2027 selesai. Kalau listrik ada aman. Tapi kalau tidak ada listrik, masa pakai genset terus? Pusing juga bayar minyak,” pungkasnya.