BERITA TERKINI
Prof. Farida Patittingi: Sinergi Kampus dan ICMI Penting untuk Melahirkan Inovasi bagi Bangsa

Prof. Farida Patittingi: Sinergi Kampus dan ICMI Penting untuk Melahirkan Inovasi bagi Bangsa

Pelantikan Pengurus Center for Information and Development Studies (CIDES) ICMI Sulawesi Selatan yang dirangkaikan dengan Pidato Kebangsaan Ketua Umum ICMI Prof. Dr. Arif Satria menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas intelektual Muslim dalam merespons tantangan pembangunan.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Farida Patittingi, saat memberikan sambutan pada kegiatan yang digelar di Kampus UNM, Makassar.

Dalam sambutannya, Prof. Farida menegaskan sinergi antara perguruan tinggi dan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) merupakan keniscayaan. Ia menilai keduanya memiliki fondasi yang sama sebagai rumah bagi para intelektual yang bertanggung jawab menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi bagi masyarakat.

“Sinergi antara ICMI dan perguruan tinggi sangat penting karena keduanya merupakan wadah intelektual. Di dalamnya berhimpun masyarakat akademik yang memiliki tanggung jawab untuk melahirkan inovasi dan berbagai pemikiran yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Prof. Farida.

Ia juga menyampaikan bahwa aktivitas perguruan tinggi pada dasarnya merupakan kerja-kerja intelektual yang diarahkan untuk menghasilkan kebermanfaatan. Karena itu, kolaborasi dengan organisasi cendekiawan seperti ICMI dinilai strategis untuk memperkuat kontribusi akademik terhadap pembangunan nasional.

Sebagai tuan rumah, UNM menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan ICMI Sulawesi Selatan dalam penyelenggaraan pelantikan CIDES dan forum intelektual tersebut. “Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ICMI yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas Negeri Makassar untuk menjadi bagian dari kegiatan penting ini,” kata Prof. Farida.

Prof. Farida turut menyoroti pentingnya membangun ekosistem inovasi di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, tantangan pembangunan masa depan tidak dapat dijawab hanya melalui kerja sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas elemen, termasuk perguruan tinggi, lembaga riset, organisasi profesi, dan komunitas intelektual.

Dalam konteks itu, kehadiran Prof. Arif Satria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dinilai menjadi momentum berharga bagi civitas akademika UNM. Prof. Farida menyebut Prof. Arif dijadwalkan memberikan kuliah umum di UNM pada hari berikutnya, yang diharapkan dapat memperkaya wawasan akademik sekaligus memberikan perspektif mengenai arah kebijakan nasional di bidang riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kehadiran beliau tentu menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk mendapatkan pencerahan mengenai kebijakan nasional yang berkaitan dengan riset, inovasi, dan pembangunan pendidikan tinggi,” ujarnya.

Menurut Prof. Farida, pelantikan CIDES ICMI Sulawesi Selatan dan forum yang menyertainya tidak semata agenda seremonial organisasi, melainkan ruang pertemuan berbagai kekuatan intelektual yang memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa. Ia menilai, di tengah perubahan global yang cepat, kebutuhan akan gagasan, inovasi, dan kepemimpinan intelektual semakin besar.

Karena itu, Prof. Farida berharap kerja sama UNM dan ICMI dapat terus diperkuat dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan inovasi yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah dan nasional.

Menutup sambutannya, Prof. Farida menekankan semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut. “Tempat boleh terbatas, tetapi semangat dan keluasan pikiran kita untuk membangun bangsa tidak boleh memiliki batas,” tutupnya.