BERITA TERKINI
Prediksi AGI pada 2027 Kian Diperbincangkan, Manifesto 2024 Mantan Peneliti OpenAI Disorot Kembali

Prediksi AGI pada 2027 Kian Diperbincangkan, Manifesto 2024 Mantan Peneliti OpenAI Disorot Kembali

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) pada pertengahan 2026 dinilai bergerak sangat cepat. Di tengah laju tersebut, sebuah dokumen yang terbit pada 2024 kembali menjadi sorotan karena memuat prediksi bahwa sistem AI akan mencapai Artificial General Intelligence (AGI) paling lambat pada 2027.

Dokumen itu berupa manifesto setebal 165 halaman berjudul Situational Awareness: The Decade Ahead, ditulis Leopold Aschenbrenner, mantan anggota tim Superalignment di OpenAI. Tim Superalignment disebut dibentuk oleh pendiri OpenAI, Ilya Sutskever, dengan misi memastikan AI masa depan tidak lepas kendali dan membahayakan manusia.

Pada saat dirilis, naskah tersebut sempat dianggap sebagai “ramalan kosong”. Namun memasuki 2026, isinya disebut terasa semakin relevan dan menjadi bacaan yang diperhatikan kalangan petinggi teknologi, investor, hingga pembuat kebijakan di Washington, seiring 2027 yang makin dekat.

Dalam bagian awal esainya, Aschenbrenner memaparkan pendekatan yang ia sebut “Counting the OOMs” (Orders of Magnitude). Ia berargumen bahwa kemajuan AI bukan terjadi secara kebetulan, melainkan mengikuti pola pertumbuhan eksponensial yang dapat dihitung secara matematis.

Ia mencontohkan lompatan kemampuan model bahasa besar (LLM) dari GPT-2 (2019) ke GPT-3, lalu GPT-4 (2023), yang menurutnya kerap dipandang sebagai “keajaiban teknologi”. Aschenbrenner menilai peningkatan itu terutama merupakan hasil penambahan daya komputasi secara masif, dikombinasikan dengan efisiensi algoritma yang terus disempurnakan.

Dalam kalkulasinya, model AI menjadi lebih pintar dari tahun ke tahun karena data pelatihan dan daya pemrosesan chip grafis (GPU) bertambah secara eksponensial dalam hitungan OOM, atau kelipatan sepuluh kali lipat. Jika tren lima tahun terakhir diteruskan, ia mengklaim batas kecerdasan setara pakar manusia dapat ditembus secara definitif pada 2027.

Di 2026, menurut paparan dalam berita ini, target tersebut dinilai bukan lagi sekadar wacana. Sejumlah purwarupa AI disebut mulai berevolusi menuju peran “pekerja kognitif” jarak jauh dengan kemampuan awal, antara lain menulis jutaan baris kode kompleks secara mandiri, menemukan celah keamanan atau bug secara presisi, serta memecahkan masalah matematika tingkat lanjut layaknya peneliti bergelar doktor.

Esai Aschenbrenner juga menyinggung pandangan yang ia anggap keliru di masyarakat: anggapan bahwa ketika AGI tercapai, inovasi teknologi akan menemui “tembok pembatas” dan melambat. Bagian ini menjadi salah satu titik pembahasan menjelang 2027 yang kian dekat, di tengah percepatan kemampuan AI yang terus dipacu perusahaan teknologi.