Indonesia dan Prancis menyepakati penguatan kerja sama di bidang pendidikan tinggi, riset, inovasi, serta pengembangan talenta. Kesepakatan ini dipandang sebagai momentum strategis untuk memperluas jejaring internasional perguruan tinggi Indonesia sekaligus mempercepat transformasi pendidikan tinggi agar lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penguatan kerja sama tersebut mengemuka dalam kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis pada Kamis, 28 Mei 2026. Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan pendidikan tinggi, penelitian, inovasi, dan mobilitas akademik sebagai prioritas utama kerja sama bilateral kedua negara.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan kolaborasi Indonesia–Prancis di bidang pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan inovasi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing bangsa. Menurut dia, kerja sama ini diharapkan mendorong pengembangan riset unggulan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mempercepat hilirisasi inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Komitmen kedua negara dituangkan melalui Joint Declaration on Education, Research, and Mobility yang diadopsi bersama. Melalui deklarasi ini, Indonesia dan Prancis menargetkan perluasan kolaborasi pendidikan tinggi, riset, dan mobilitas akademik, termasuk membuka peluang pertukaran mahasiswa dan dosen, kerja sama penelitian, pengembangan inovasi, hingga penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi.
Indonesia dan Prancis juga menyambut rencana penyelenggaraan Joint Working Group on Higher Education, Research, Innovation, and Entrepreneurship yang dijadwalkan berlangsung di Angers, Prancis, pada Juli 2026. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah perumusan inisiatif konkret untuk memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi, pusat riset, industri, serta ekosistem inovasi kedua negara.
Selain itu, kedua pihak akan menggelar France–Indonesia Year of Innovation 2026 untuk memperkuat kapasitas teknologi, mendorong pengembangan industri masa depan, serta mempercepat hilirisasi hasil riset melalui kolaborasi perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan dunia usaha.
Dalam kerja sama tersebut, Indonesia juga menyatakan ketertarikan menjajaki riset dan inovasi dengan Prancis terkait pengembangan ekosistem energi nuklir yang aman dan berkelanjutan. Langkah ini disebut mencerminkan komitmen Indonesia memperkuat kapasitas sains dan teknologi nasional guna mendukung agenda pembangunan jangka panjang.
Penguatan kemitraan dengan Prancis sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mendorong perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya inovasi dan solusi atas berbagai tantangan pembangunan. Perguruan tinggi Indonesia juga diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan dan riset melalui kolaborasi internasional yang lebih luas, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pengembangan teknologi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kementerian menyatakan komitmennya untuk memperluas akses sivitas akademika Indonesia terhadap jejaring global, memperkuat kapasitas riset dan inovasi nasional, serta menyiapkan talenta unggul yang mampu menjawab tantangan masa depan dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.