Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang membutuhkan pada Maret 2026. Dua program yang disalurkan pada periode ini adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Masyarakat dapat mengecek status sebagai penerima melalui layanan resmi Kementerian Sosial, baik lewat situs web maupun aplikasi.
Penyaluran bansos umumnya dilakukan bertahap dalam beberapa periode sepanjang tahun. Pemerintah memastikan bansos tahap pertama cair pada Januari hingga Maret 2026, meski tanggal pastinya belum diumumkan secara rinci. Jika mengacu pada pola penyaluran sebelumnya, bansos 2026 dibagi menjadi empat tahap, yakni tahap 1 (Januari–Maret 2026), tahap 2 (April–Juni 2026), tahap 3 (Juli–September 2026), dan tahap 4 (Oktober–Desember 2026).
Untuk mengetahui apakah terdaftar sebagai penerima PKH atau BPNT, masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui situs cekbansos.kemensos.go.id. Langkahnya, akses laman tersebut lewat peramban, masukkan deret angka NIK sesuai data KTP, lalu ketik kode keamanan yang muncul di layar. Jika kode tidak terbaca, pengguna dapat menekan ikon penyegar (refresh). Setelah itu, tekan tombol “CARI DATA” dan sistem akan menampilkan rincian nama, kelompok desil, serta status penetapan sebagai penerima bansos dari Kementerian Sosial.
Pengecekan juga dapat dilakukan melalui aplikasi “Cek Bansos” yang tersedia di Play Store (Android) maupun App Store (iOS). Pengguna perlu mengunduh aplikasi, lalu melakukan registrasi menggunakan nomor handphone aktif. Akun kemudian diverifikasi melalui kode OTP yang dikirim via SMS. Setelah berhasil login, pilih menu “Cek Bansos” di dashboard, masukkan NIK atau nama lengkap sesuai KTP, lalu pilih lokasi domisili (provinsi, kota, kecamatan, kelurahan). Tekan tombol “Cek” untuk melihat hasil.
Dengan layanan pengecekan online ini, masyarakat dapat memeriksa status bantuan tanpa harus datang ke kantor desa atau dinas sosial. Proses pengecekan dapat dilakukan kapan saja melalui ponsel.