BERITA TERKINI
Peringkat Ekosistem Startup Vietnam Naik, Kontribusi Ekonomi Digital Diproyeksi Tembus 14,02% PDB

Peringkat Ekosistem Startup Vietnam Naik, Kontribusi Ekonomi Digital Diproyeksi Tembus 14,02% PDB

Kementerian Sains dan Teknologi Vietnam melaporkan sejumlah capaian di bidang sains, teknologi, inovasi, dan transformasi digital dalam konferensi pers bulanan untuk Mei yang digelar pada 1 Juni. Konferensi tersebut dipimpin Wakil Menteri Bui Hoang Phuong.

Dalam pemaparan kementerian, sejumlah indikator pertumbuhan menunjukkan tren positif. Pada kuartal I 2026, porsi barang berteknologi tinggi dalam ekspor Vietnam tercatat mencapai 50,76%.

Di sisi ekosistem startup, Vietnam disebut mengalami peningkatan peringkat global. Mengacu pada laporan Global Startup Ecosystem Index 2026 dari StartupBlink, Vietnam naik lima peringkat ke posisi 50 dunia, yang disebut sebagai peringkat tertinggi yang pernah dicapai negara tersebut.

Hingga akhir Mei 2026, Vietnam tercatat memiliki 963 perusahaan sains dan teknologi, 20 platform pertukaran sains dan teknologi, serta 37 pusat inovasi yang tersebar di 26 dari 34 provinsi dan kota.

Perkembangan juga dilaporkan pada transformasi digital. Tingkat aplikasi daring yang diproses melalui seluruh tahapan mencapai 50,2%. Sementara itu, ekonomi digital diperkirakan berkontribusi 14,02% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2025, setara sekitar US$72,1 miliar.

Dari sisi infrastruktur, Vietnam mencatat peningkatan pada kecepatan internet. Kecepatan broadband seluler mencapai 207,3 Mbps dan menempati peringkat ke-11 dari 104 negara, sedangkan broadband tetap mencapai 287,33 Mbps dan berada di peringkat ke-11 dari 154 negara. Saat ini, jumlah pelanggan internet broadband seluler disebut melampaui 110,5 juta, termasuk 24,29 juta pelanggan 5G.

Di sektor layanan pos, pendapatan pada Mei 2026 diperkirakan mencapai 8.500 miliar VND, atau meningkat 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kementerian juga menyoroti langkah penyempurnaan kerangka hukum untuk teknologi baru. Sepanjang Mei, kementerian menyampaikan usulan kepada pemerintah untuk menerbitkan sejumlah dokumen yang ditujukan memperkuat kelembagaan pada sektor teknologi strategis, kecerdasan buatan, telekomunikasi, layanan pos, dan transformasi digital.

Di antaranya mencakup keputusan yang merinci ketentuan serta langkah pelaksanaan Undang-Undang tentang Kecerdasan Buatan, serta keputusan mengenai sanksi administratif untuk pelanggaran di bidang layanan pos, telekomunikasi, transaksi elektronik, dan teknologi informasi.

Pemerintah dan Perdana Menteri Vietnam juga mengeluarkan serangkaian keputusan, termasuk terkait daftar teknologi strategis, teknologi tinggi prioritas untuk dikembangkan, program pengembangan industri teknologi digital periode 2026–2030, program telekomunikasi publik hingga 2030, serta kumpulan data yang mendukung pengembangan kecerdasan buatan.

Menurut kementerian, arah kebijakan baru tersebut berfokus pada dorongan inovasi, peningkatan daya saing nasional, pengembangan infrastruktur digital, serta penguatan keselamatan dan keamanan dalam proses transformasi digital.

Selain agenda domestik, kementerian melaporkan penguatan kerja sama internasional di bidang sains, teknologi, dan kecerdasan buatan. Pada Mei, Forum Inovasi Vietnam–India digelar di New Delhi, dengan partisipasi dan pidato utama dari Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam.

Kementerian juga menyelenggarakan kegiatan kerja sama dengan Sri Lanka, Swedia, Singapura, Amerika Serikat, serta sejumlah mitra internasional lain di bidang kecerdasan buatan, semikonduktor, teknologi satelit, transformasi digital, dan pengembangan sumber daya manusia sains dan teknologi.