Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur menggelar sosialisasi penggunaan aplikasi AppSheet untuk penilaian tanaman pada 25 Mei 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas, akurasi, dan transparansi pelaksanaan penilaian tanaman yang sebelumnya masih banyak dilakukan secara manual.
Sosialisasi dipimpin Kepala Sub Seksi (KSS) Pembinaan Sumber Daya Hutan, Galuh Wibisono, dan diikuti seluruh anggota tim penilaian tanaman di lingkungan KPH Pekalongan Timur. Dalam kegiatan tersebut, Perhutani menekankan dukungan terhadap transformasi digital, khususnya pada proses pengumpulan data dan pelaksanaan penilaian tanaman agar dapat dipantau secara real time.
Dalam sambutannya, Galuh menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi perlu dimanfaatkan untuk mendukung tugas teknis di lapangan. Ia menilai penggunaan aplikasi berbasis digital menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas data sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan hutan.
Menurut Galuh, AppSheet dirancang untuk memudahkan petugas melakukan input data langsung dari lapangan menggunakan perangkat digital. Dengan sistem tersebut, hasil penilaian tanaman diharapkan terdokumentasi lebih baik, mengurangi risiko kesalahan pencatatan, serta mempermudah proses verifikasi dan pelaporan.
Ia juga menegaskan bahwa digitalisasi penilaian tanaman merupakan kebutuhan seiring meningkatnya tuntutan kecepatan dan ketepatan penyediaan data. Karena itu, seluruh petugas diharapkan memahami dan mampu mengoperasikan aplikasi agar penerapannya berjalan optimal.
Materi sosialisasi mencakup pengenalan fitur aplikasi, tata cara pengisian data, mekanisme pelaporan hasil penilaian, serta simulasi penggunaan di lapangan. Peserta diberi kesempatan mencoba langsung proses input data untuk memahami setiap tahapan dalam penilaian tanaman berbasis digital.
Salah satu peserta, Arif Sanjaya, menilai penggunaan AppSheet dapat membantu petugas karena pencatatan menjadi lebih praktis dan sistematis. Ia menyebut data bisa langsung diinput dari lokasi kegiatan, sehingga menghemat waktu dan membuat informasi lebih terorganisir untuk kebutuhan pelaporan dan evaluasi.
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas data yang dimasukkan ke dalam sistem. Galuh menekankan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya bergantung pada aplikasi, tetapi juga pada kedisiplinan dan ketelitian petugas dalam pengumpulan dan penginputan data.
Melalui sosialisasi tersebut, KPH Pekalongan Timur berharap seluruh tim penilaian tanaman memiliki pemahaman yang sama terkait penggunaan AppSheet dan mampu mengimplementasikannya dalam tugas sehari-hari. Dengan dukungan teknologi digital, proses monitoring dan evaluasi tanaman diharapkan menjadi lebih efektif untuk mendukung pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta dalam sesi materi dan diskusi. Perhutani KPH Pekalongan Timur menyatakan komitmennya untuk terus mendorong inovasi dan transformasi digital guna meningkatkan kualitas tata kelola, khususnya pada bidang pengelolaan dan pembinaan sumber daya hutan.