Transformasi digital di perbankan syariah memasuki fase yang semakin menekankan keberlanjutan. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyatakan telah mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam ekosistem digitalnya secara lebih luas.
Strategi tersebut diklaim turut memperluas jangkauan inklusi keuangan syariah. BSI mencatat jumlah nasabah telah melampaui 23 juta, yang disebut mencerminkan meningkatnya relevansi layanan perbankan syariah bagi masyarakat.
Salah satu penggerak utama transformasi ini adalah superapps BYOND. Dalam kurun satu tahun sejak peluncuran, jumlah pengguna BYOND tercatat meningkat 197% secara tahunan (year-on-year/YoY) berdasarkan data per Desember 2025.
Kinerja BYOND juga terlihat pada indikator lain. Jumlah transaksi meningkat 52% YoY, nilai transaksi naik 48% YoY, dan pembukaan Tabungan Haji tumbuh 108% YoY. BSI menyebut digitalisasi mendorong volume transaksi hingga mencapai Rp820 triliun.
BSI menilai tingginya adopsi BYOND dipengaruhi kemudahan akses serta integrasi layanan finansial dan kebutuhan terkait ibadah dalam satu aplikasi. Sejumlah fitur yang ditonjolkan antara lain layanan Tabungan Emas—termasuk pembelian mulai Rp50.000, cicil emas, dan transfer emas berbasis gram—serta Tabungan Haji Digital dengan setoran awal Rp100.000.
Di dalam ekosistem BYOND, BSI juga mengintegrasikan layanan ZISWAF untuk pembayaran zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Selain itu, tersedia fitur penunjang ibadah seperti informasi lokasi masjid terdekat dan arah kiblat.
Di sisi keberlanjutan, BSI melaporkan pengukuran emisi karbon sebagai bagian dari komitmen ESG. Perseroan mencatat emisi Scope 1 sebesar 19.374,40 tCO2eq dan Scope 2 sebesar 70.356,55 tCO2eq.
Untuk menekan dampak lingkungan, BSI menjalankan sejumlah inisiatif, antara lain pengadaan 70 unit reverse vending machine (RVM) untuk pengelolaan limbah plastik, pembangunan 13 stasiun pengisian kendaraan listrik di berbagai titik operasional, serta pemasangan 11 instalasi panel surya di kantor-kantor operasional.
BSI juga menyebut penguatan aspek sosial dilakukan melalui optimalisasi penyaluran zakat dan program pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan upaya memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan.
Atas upaya tersebut, BSI meraih penghargaan The Most Innovative Digitalization of Sharia Bank 2026. Ke depan, perseroan menargetkan penguatan kapabilitas teknologi untuk mendorong inklusi keuangan syariah yang lebih luas, dengan tetap mengedepankan prinsip ESG agar inovasi digital memberi dampak positif bagi nasabah dan lingkungan secara berkelanjutan.
Catatan: Data merujuk pada laporan kinerja per Desember 2025 dan siaran pers terkait per April 2026, sehingga angka transaksi, jumlah pengguna, dan inisiatif ESG dapat berubah mengikuti kebijakan perusahaan serta kondisi pasar.