Tangerang Selatan—Tim peneliti dari Universitas Pamulang melakukan penelitian mengenai dampak intensitas penggunaan gadget terhadap pendidikan karakter anak, dengan meninjau peran Pendidikan Kewarganegaraan. Studi berjudul “Pengaruh Intensitas Penggunaan Gadget terhadap Pendidikan Karakter Anak dengan Peran Pendidikan Kewarganegaraan: Studi Kuantitatif di Komplek Polri Kedaung” ini dilaksanakan di lingkungan Komplek Polri Kedaung.
Penelitian diketuai oleh Yayuk Muji Rahayu, S.Pd., M.Pd., dengan anggota peneliti Mas Fierna Janvierna Lusie Putri, S.Pd., M.Pd. Responden penelitian melibatkan anak-anak dan orang tua di kawasan tersebut.
Penelitian bertujuan menganalisis sejauh mana intensitas penggunaan gadget memengaruhi pembentukan karakter anak, sekaligus mengkaji peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam memperkuat nilai-nilai karakter di tengah perkembangan teknologi digital. Fokus kajian meliputi kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, etika berkomunikasi, serta sikap toleransi pada anak usia sekolah.
Yayuk Muji Rahayu menjelaskan penggunaan gadget memiliki dua sisi yang perlu disikapi secara bijak. Menurutnya, gadget dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif, namun penggunaan berlebihan berpotensi memengaruhi perkembangan karakter anak apabila tidak disertai pendampingan memadai dari keluarga dan lingkungan pendidikan.
“Melalui penelitian ini, kami ingin memperoleh data empiris mengenai hubungan antara penggunaan gadget dengan pendidikan karakter anak. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi pendidikan yang relevan dengan tantangan era digital,” ujarnya.
Sementara itu, Mas Fierna Janvierna Lusie Putri menekankan pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran sebagai warga negara yang baik.
Dalam pelaksanaannya, penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket kepada responden yang ditentukan berdasarkan kriteria penelitian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk melihat tingkat pengaruh penggunaan gadget terhadap karakter anak serta kontribusi Pendidikan Kewarganegaraan dalam memperkuat nilai-nilai karakter tersebut.
Masyarakat Komplek Polri Kedaung disebut menyambut baik kegiatan ini karena dinilai dapat memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi orang tua dalam mendampingi anak menggunakan teknologi digital. Tim peneliti berharap hasil penelitian dapat menghasilkan rekomendasi bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk mengoptimalkan penggunaan gadget secara positif.
Selain kontribusi akademik, penelitian ini juga diharapkan menjadi rujukan praktis bagi pendidik, orang tua, dan pemangku kebijakan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang karakter anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.