BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menaruh perhatian pada tantangan pengangguran di kalangan lulusan baru. Salah satu langkah yang kini didorong adalah optimalisasi aplikasi “Nyari Gawe”, platform digital yang ditujukan untuk membantu siswa SMA dan SMK di Jawa Barat mengakses peluang kerja setelah lulus.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong percepatan sosialisasi aplikasi tersebut agar transisi siswa dari bangku sekolah ke dunia industri berjalan lebih mulus. Upaya ini dilakukan dengan mempertimbangkan hambatan informasi yang kerap dihadapi pencari kerja pemula.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menegaskan aplikasi Nyari Gawe perlu dipahami dan dimanfaatkan langsung oleh siswa, terutama kelas 12. Ia menginstruksikan jajaran satuan pendidikan untuk aktif memperkenalkan platform tersebut.
“Saya minta sosialisasi ini dilakukan secara masif melalui struktur sekolah, mulai dari Kepala Sekolah, wali kelas, hingga Bursa Kerja Khusus (BKK),” ujar Purwanto pada Senin (6/4).
Menurut Pemprov Jabar, aplikasi Nyari Gawe yang diluncurkan pada Oktober 2025 menunjukkan pertumbuhan penggunaan. Hingga akhir Maret 2026, jumlah pendaftar disebut telah mencapai ratusan ribu orang.
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Jabar Hendra Kusuma Sumantri menyampaikan data terbaru terkait jangkauan aplikasi tersebut. “Tercatat lebih dari 382 ribu pencari kerja telah terdaftar di sistem kami, dengan ketersediaan lebih dari 14 ribu lowongan pekerjaan dari ratusan perusahaan yang telah bergabung,” kata Hendra.
Nyari Gawe tersedia untuk perangkat Android dan iOS melalui tautan s.id/appNyariGawe. Pemprov Jabar menyebut aplikasi ini dilengkapi teknologi untuk membantu pencocokan antara pencari kerja dan lowongan yang tersedia.