Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menyiapkan program mudik gratis bagi warganya yang merantau di Jakarta dan sekitarnya pada masa angkutan Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi kenaikan tarif bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang diperkirakan terjadi menjelang Lebaran.
Dalam program tersebut, Pemkot Salatiga menyediakan dua armada bus dengan total kuota 100 penumpang. Keberangkatan dijadwalkan pada 16 Maret 2026 dari Museum Purna Bhakti Pertiwi di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dengan rencana pemberangkatan sekitar pukul 09.00 WIB.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga, Guntur Junanto, mengatakan program mudik gratis ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa terbebani biaya transportasi yang meningkat.
“Tahun ini kami mengalokasikan anggaran Rp 36 juta untuk penyewaan 2 unit bus. Kuota hanya 100 kursi, jadi kami imbau warga segera mendaftar agar tidak kehabisan,” kata Guntur, Rabu, 4 Maret 2026.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) dan laman pedamateng.penghubung.jatengprov.go.id. Adapun bagi warga lanjut usia di atas 60 tahun serta penyandang disabilitas, disediakan jalur pendaftaran langsung di Kantor Badan Penghubung Jawa Tengah di Jakarta Selatan.
Guntur berharap program ini dapat membantu warga Salatiga di perantauan untuk merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa harus memikirkan tingginya ongkos perjalanan. Selain itu, program mudik gratis juga diharapkan turut mengurangi kepadatan kendaraan pribadi saat arus mudik.
“Kami berharap warga bisa mudik dengan aman, nyaman, dan tetap menjaga kebersamaan di momen Idul Fitri,” ujarnya.