BERITA TERKINI
Pemkot Batu Siapkan Aplikasi Presensi Online Prima SAE untuk Dukung Skema Kerja WFH-WFO

Pemkot Batu Siapkan Aplikasi Presensi Online Prima SAE untuk Dukung Skema Kerja WFH-WFO

Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menyiapkan aplikasi presensi online bernama Prima SAE untuk mendukung pelaksanaan fleksibilitas kerja aparatur sipil negara (ASN), khususnya bagi pegawai yang menjalankan work from home (WFH) pada hari Jumat.

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, aplikasi tersebut disediakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaporan kinerja. Melalui Prima SAE, ASN dapat melakukan presensi dengan memindai QR Code. Pemkot juga menyiapkan alternatif akses melalui laman bkpsdm.batukota.go.id yang tercantum pada bio Instagram.

“Penyediaan aplikasi ini untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas kinerja ASN di tengah kebijakan pelaksanaan fleksibilitas tugas kedinasan bagi Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Batu,” ujar Nurochman, Kamis (9/4).

Menurutnya, aplikasi ini ditujukan untuk mendukung penerapan kombinasi work from home (WFH) dan work from office (WFO). Pemkot berharap sistem presensi daring tersebut dapat membantu ASN tetap menjaga disiplin dan tanggung jawab, sekaligus menjalankan tugas secara lebih fleksibel.

Selain itu, penyediaan aplikasi juga dimaksudkan untuk memastikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tetap dapat memberikan pelayanan publik secara optimal. Dengan sistem yang berjalan, Pemkot Batu dapat melakukan evaluasi kinerja pegawai dan pengawasan secara berkelanjutan.

Pemkot Batu diketahui mulai menerapkan pengaturan kombinasi WFO dan WFH secara terbatas pada April 2026. Skema ini diterapkan agar pelayanan publik tetap berjalan normal, terutama pada OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kebijakan penyesuaian pola kerja tersebut, menurut Nurochman, juga berkaitan dengan dinamika geopolitik global yang dinilai dapat memengaruhi perkembangan ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam situasi tersebut, ASN diminta mampu beradaptasi terhadap tekanan ekonomi melalui langkah-langkah efisiensi anggaran, penyesuaian pola kerja, serta penguatan pelayanan publik.

Ia menambahkan, dampak situasi global berpotensi menurunkan aktivitas ekonomi yang berimbas pada pendapatan daerah dan sektor usaha. Karena itu, ASN diimbau membaca situasi dengan baik dan mengambil langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi daerah.

Salah satu hal yang perlu diantisipasi di Kota Batu adalah kemungkinan berkurangnya kegiatan di hotel sebagai bagian dari efisiensi anggaran, yang dapat menekan penerimaan pajak perhotelan dan berdampak pada keberlangsungan tenaga kerja. Sejalan dengan itu, Pemkot Batu juga berencana menekan belanja operasional.

Dalam arahannya, Wali Kota menginstruksikan pengurangan rapat tatap muka skala besar, pembatasan perjalanan dinas, serta optimalisasi rapat daring sebagai alternatif efisiensi tanpa mengurangi substansi koordinasi.

“Kota harus memanfaatkan teknologi informasi. Rapat atau studi komparasi tidak harus selalu datang langsung jika bisa dilakukan secara daring dengan hasil yang sama,” kata Nurochman.