Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menunda pemotongan kabel udara di kawasan Jalan Asia Afrika setelah evaluasi teknis menunjukkan sebagian sistem cadangan jaringan milik operator telekomunikasi belum siap digunakan. Penundaan ini dilakukan untuk menghindari potensi gangguan layanan internet yang dapat berdampak luas.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan penertiban kabel udara tetap menjadi prioritas pemkot. Namun, proses pemotongan tidak akan dilakukan apabila masih berisiko mengganggu stabilitas layanan, terutama di tengah aktivitas masyarakat yang banyak bergantung pada koneksi digital.
Menurut Farhan, layanan publik yang berpotensi terdampak mencakup sektor perbankan, pelayanan pemerintahan, hingga Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Karena itu, pemkot memilih memastikan kesiapan sistem cadangan sebelum melanjutkan pemotongan kabel.
“Pemotongan kabel ini tidak akan mengganggu pelayanan publik, tidak akan kena blackout. Kalau backup jaringannya sudah siap, baru kita potong,” ujar Farhan, Rabu (3/6/2026).
Farhan menjelaskan hasil evaluasi hingga dini hari menunjukkan masih ada operator telekomunikasi yang belum menyelesaikan migrasi jaringan ke sistem bawah tanah. Dari total 39 jaringan yang menjadi target penertiban, baru 13 jaringan yang dinyatakan siap untuk dilakukan pemotongan.
Ia mengaku sempat ingin mempercepat penertiban kabel di kawasan tersebut. Namun setelah menerima laporan teknis terbaru tentang kesiapan jaringan cadangan yang belum sepenuhnya terpenuhi, ia memutuskan menunda langkah itu untuk mencegah dampak yang lebih luas.
“Saya tadinya mau main potong saja. Tapi setelah dicek, backup-nya belum 100 persen. Kalau koneksi internet terganggu sekarang dampaknya bisa luas,” katanya.