MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meluncurkan penerapan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Kegiatan peluncuran berlangsung di Gedung PKK Kota Medan, Rabu (3/6/2026), dan dirangkaikan dengan bimbingan teknis (bimtek) bagi peserta.
Peluncuran tersebut disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital, khususnya dalam pengelolaan kearsipan. Peresmian ditandai dengan penempelan tangan pada ikon telapak tangan di layar monitor, disaksikan perwakilan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Muhammad Sholihin serta sejumlah pimpinan perangkat daerah, antara lain Asisten Pemerintahan dan Sosial Muhammad Sofyan, Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Benny Sinomba Siregar, Kepala Dinas Kominfo Arrahmaan Pane, serta camat se-Kota Medan.
Dalam sambutannya, Rico menekankan bahwa arsip dan dokumen pemerintah merupakan aset penting yang perlu dijaga karena dapat menjadi referensi maupun alat bukti pada waktu tertentu. Ia mengingatkan dokumen yang dianggap tidak penting saat ini bisa menjadi sangat dibutuhkan di kemudian hari, termasuk untuk kepentingan hukum, ahli waris, maupun negara.
Rico juga menyoroti tantangan pengelolaan arsip secara manual, terutama dalam proses pencarian dokumen lama yang kerap memakan waktu dan tenaga. Ia mencontohkan kesulitan ketika harus mencari arsip pertanahan puluhan tahun lalu, yang berisiko rusak, hilang, atau tidak lagi terbaca.
Menurutnya, digitalisasi arsip melalui SRIKANDI menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan pemerintahan modern. Dengan sistem digital, dokumen dinilai dapat tersimpan lebih aman, mudah ditelusuri, dan cepat diakses saat diperlukan. Rico menyebut sistem pencarian yang terintegrasi juga membantu mempercepat penemuan data sebagai referensi maupun alat bukti dalam pengambilan kebijakan.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa arsip digital dapat mengurangi pekerjaan yang berulang karena hasil kajian, penelitian, dan kebijakan yang pernah dibuat dapat ditelusuri kembali sebagai dasar perumusan program pembangunan berikutnya. Rico menilai pembangunan kota tidak hanya berlangsung dalam waktu singkat, sehingga dokumen masa lalu perlu mudah diakses agar pekerjaan pemerintahan lebih efektif dan efisien.
Rico turut mengapresiasi fitur surat-menyurat digital dan disposisi elektronik dalam SRIKANDI. Namun, ia berharap dukungan kualitas jaringan memadai agar penggunaan sistem nasional tersebut berjalan optimal dan tidak terkendala gangguan yang berpotensi membuat proses kembali ke cara manual.
Dalam kesempatan yang sama, Rico meminta peserta bimtek memanfaatkan pelatihan secara maksimal agar implementasi SRIKANDI dapat berjalan efektif di seluruh perangkat daerah. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan preservasi arsip, terutama dokumen lama yang memiliki nilai historis.
Melalui penerapan SRIKANDI, Pemko Medan berharap sistem administrasi pemerintahan dapat berjalan lebih modern, efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus memastikan jejak pembangunan Kota Medan terdokumentasi dengan baik untuk masa depan.