Warga Kota Banda Aceh kini dapat menyampaikan aduan dan keluhan terkait pelayanan publik melalui Sarana Aduan Layanan Elektronik untuk Masyarakat (Saleum). Kehadiran layanan ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat dalam melaporkan berbagai persoalan tanpa harus menentukan sendiri instansi tujuan.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan Saleum merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik agar lebih terintegrasi, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan warga. “Dengan adanya Saleum, warga tidak perlu bingung harus lapor ke instansi mana jika menghadapi suatu masalah atau ingin menyampaikan keluhan,” ujar Illiza di Pendopo Wali Kota, Kamis (4/6/2026).
Illiza menjelaskan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh akan terhubung dalam satu sistem yang sama. Melalui skema ini, setiap aduan yang masuk dapat diteruskan langsung ke OPD yang berwenang, sehingga proses pelaporan menjadi lebih sederhana dan koordinasi antarinstansi dinilai lebih efektif.
Pemerintah Kota Banda Aceh juga menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap pengaduan yang masuk melalui Saleum ditangani secara cepat, tepat, dan terukur.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh Muhammad Zubir menyampaikan bahwa saat ini Saleum masih memanfaatkan WhatsApp untuk menerima aduan karena aplikasi resminya masih dalam tahap pengembangan. Warga dapat mengirim laporan melalui WhatsApp ke nomor 08116800925.
Menurut Zubir, laporan dapat mencakup berbagai keluhan, mulai dari masalah infrastruktur, sampah, air bersih, pelanggaran syariat Islam, hingga pelayanan publik lainnya. Ia mengimbau pelapor menyertakan bukti berupa foto atau video serta lokasi secara detail. “Data pelapor dijamin rahasia,” kata Zubir.
Diskominfotik mencatat, pada periode Januari hingga Mei 2026 terdapat 153 aduan yang sedang ditangani oleh dinas terkait. Sementara pada periode Juli hingga Desember 2025, sebanyak 247 aduan beragam disebut telah diselesaikan oleh masing-masing dinas.