Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menargetkan aplikasi SAGARUT menembus 1,5 juta pengguna pada periode 2029 hingga 2030. Target tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Aplikasi SAGARUT yang digelar di Kampus 4 Universitas Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (9/6/2026).
Dalam kegiatan itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan SAGARUT harus menjadi solusi pelayanan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, pengembangan aplikasi ini merupakan langkah strategis Pemkab Garut untuk menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi dalam satu platform digital.
Bupati menekankan kehadiran SAGARUT tidak boleh menambah pekerjaan baru bagi aparatur pemerintah. Sebaliknya, aplikasi tersebut diharapkan mampu memangkas proses birokrasi yang selama ini dianggap rumit oleh masyarakat.
“Intinya, aplikasi ini harus membantu pelayanan hubungan masyarakat dan mengoptimalkan PAD, bukan menambah pekerjaan baru. Sehingga, kita fokus terlebih dahulu pada aspek pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Selain soal efisiensi layanan, Bupati juga menyoroti pentingnya sistem pengaduan masyarakat yang responsif dan terintegrasi. Ia menyebut SAGARUT nantinya akan terkoneksi dengan sistem pengaduan nasional SP4N Lapor, sehingga masyarakat dapat menyampaikan laporan dan aspirasi melalui satu kanal.
Untuk mendukung integrasi tersebut, Bupati meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut menyiapkan operator di setiap perangkat daerah agar respons terhadap laporan yang masuk dapat dilakukan dengan cepat. Kecepatan respons dinilai menjadi salah satu indikator keberhasilan transformasi digital pelayanan publik.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Garut Agus Kurniawan menjelaskan SAGARUT dirancang sebagai super apps yang mengintegrasikan berbagai layanan publik dan informasi penting Kabupaten Garut dalam satu aplikasi. Layanan yang telah tersedia mencakup administrasi kependudukan, layanan pemerintahan, informasi pariwisata, pemberdayaan UMKM, berita daerah, hingga sistem pembayaran digital.
“Secara fungsi, Super Apps SAGARUT dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari masyarakat Garut yang sifatnya serba digital,” kata Agus.
Menurut Diskominfo, saat ini sekitar 30 layanan publik telah terintegrasi dalam aplikasi tersebut dan jumlahnya akan terus bertambah sesuai kebutuhan masyarakat. Agus menambahkan sistem SAGARUT menggunakan model hybrid, yakni menggabungkan layanan yang dibangun langsung dalam aplikasi dengan layanan yang sudah dimiliki masing-masing perangkat daerah.
Pemkab Garut berharap SAGARUT dapat menjadi pusat layanan digital terpadu yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan melalui satu platform. Masyarakat juga diajak memberikan rating, ulasan, serta mengisi survei kepuasan pengguna sebagai bahan evaluasi peningkatan kualitas layanan publik di Kabupaten Garut.